Kisah Pilu : Kakek-Nenek Penjual Pisang Goreng Ditipu dengan Uang Mainan
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kisah Pilu : Kakek-Nenek Penjual Pisang Goreng Ditipu dengan Uang Mainan

Bimabangkit.info
Minggu, 08 Oktober 2017


Dompu NTB, koranlensapos.com
Aksi penipuan dengan modus baru kembali terjadi di Dompu. Begitu teganya seorang penipu kampungan mengelabui kakek dan nenek penjual pisang goreng dengan uang mainan yang diakuinya sebagai uang dari negeri jiran Malaysia. Kronologisnya kakek dan nenek penjual pisang goreng di pinggir jalan Lintas Saneo tepatnya di tanjakan Teka Pangere Desa Sori Sakolo Kecamatan Dompu pada suatu pagi didatangi oleh seorang pria tak dikenal.  Pria tersebut kemudian memesan susu 2 gelas. Setelah ia selesai meminum susu, ia meminta rokok merk Surya sebanyak 1 1/2 pak atau 15 bungkus dan sekantong plastik pisang goreng. Kepada kakek yang bernama Abdullah (Dole) dan nenek bernama Hadijah (Ija) ini, pria itu mengaku berasal dari desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. 

"Dia beli rokok dan pisang goreng katanya mau dibawa ke Nangadoro (di Kecamatan Hu'u Kabupaten Dompu)," kata kakek Dole yang biasa dipanggil Uba tersebut. Dengan hati gembira sang nenek memasukkan rokok dan pisang goreng pesanan sang pembeli misterius itu pada kantong kresek yang berbeda. Karena diselimuti rasa gembira dagangannya laris manis, Dole dan Ija tak mempunyai perasaan apa-apa terhadap pria tak dikenal itu. Apalagi pria itu membawa tas besar yang kemungkinan berisi uang banyak. Pria itu juga memperlihatkan rasa iba terhadap kakek dan nenek yang berjualan kecil-kecilan di usia mereka yang sudah lanjut itu. "Bahkan uang sebesar 67 ribu yang ada di toples saya ini diminta oleh orang itu dan saya kasih saja. Katanya mau diganti dengan yang lebih besar," kata nenek Ija. Nenek Ija kemudian menghitung jumlah barang belanjaan pria tersebut sebanyak Rp. 295. 000. Pria tersebut lantas mengeluarkan 6 lembar uang lima puluh ribuan dari tasnya. Tanpa diperiksa lagi, si nenek memasukan uang itu ke dalam stoples tempat penyimpanan uang dan memberikan selembar uang lima ribuan kembalian.

"Kami tahu bahwa uang itu uang mainan setelah ada orang datang membeli," katanya memelas. Akibat kejadian tersebut, sepasang suami istri yang tinggal di pondok reot tanpa listrik itu hanya bisa pasrah karena modal usaha jualan kecil-kecilan mereka telah amblas. Meski merasa ditipu, keduanya tak melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dengan alasan tak mengenal identitas pria yang tega menipu mereka. Mendapatkan informasi kejadian penipuan ini,  Relawan Gerilya yang diinisiasi oleh Kejora Paramitha telah melakukan aksi penggalangan dana dari sejumlah hamba Allah yang kemudian sudah diserahkan kepada kakek dan nenek korban penipuan tersebut. (Amin Dompu)