Terumbu Karang Calabai, Butuh Sentuhan Tangan Pemerintah
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Terumbu Karang Calabai, Butuh Sentuhan Tangan Pemerintah

Bimabangkit.info
Rabu, 11 Oktober 2017

Satu lagi potensi wisata bahari  eksotik di Kabupaten Dompu yang harus dijaga kelestariannya. Yaitu terumbu karang di wilayah laut Calabai Kecamatan Pekat. Airnya yang jernih hingga ke dasar laut sangat cocok untuk menjadi tempat wisata bahari yang sangat layak dikunjungi oleh para wisatawan. Namun kondisi terumbu karang di lokasi tersebut masih perlu dilakukan upaya rehabilitasi atau yang lebih familiar dengan sebutan transplantasi (pencangkokan).

Menurut pemaparan salah satu anggota Forum Pegiat Pariwisata Dompu (FPPD), Fahad At Tamimi tansplantasi terumbu karang di Calabai ini sudah mulai dilakukan oleh LSM Kompak sejak tahun 2013 lalu. Diungkapkan pebisnis madu tambora yang memiliki hobi memancing ini, sentuhan tangan pemerintah daerah amat dibutuhkan untuk mengembalikan kelestarian ekosistem laut di lokasi tersebut. Salah satunya memberikan dukungan dana terhadap upaya transpalantasi terumbu karang.

"Pemerintah perlu memberikan support dalam usaha transplantasi terumbu jarang ini untuk melindungi aneka biota laut yang hidup di sekitar kawasan tersebut," ujarnya. Apalagi hasil surveynya bersama dengan team Kompak belum lama ini, di kawasan tersebut terdapat penyu hijau  (Chelonia Mydas )

yang merupakan salah satu satwa yang dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Serta Peraturan Pemerintah (PP) nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Fahad mengungkapkan keberlanjutan proses transplantasi terumbu karang ini akan disupport oleh Pegadaian Cabang Dompu.

Meski demikian, pengusaha muda ini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar memberikan dukungan terhadap upaya rehabilitasi terumbu karang yang telah mengalami kerusakan akibat ulah tangan jahil yang melakukan pengeboman ikan di kawasan tersebut. Bahkan diharapkan objek tersebut dijadikan sebagai salah satu agenda Festival Pesona Tambora (FPT) 2018.

"Besar harapan kami agar Pemda melirik potensi wisata yang luar biasa ini serta mensupport kami," katanya penuh harap sembari menjelaskan bahwa di kawasan tersebut sangat tepat untuk kegiatan trip mancing dan snorkling. (Amin Dompu)