Penemuan Mayat Dekat TPA Bara Gemparkan Warga Dompu
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Penemuan Mayat Dekat TPA Bara Gemparkan Warga Dompu

Bimabangkit.info
Kamis, 01 Maret 2018


Dompu NTB, koranlensapos.com**Warga Desa Bara maupun warga Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu NTB digegerkan dengan penemuan mayat dalam kondisi mengenaskan pada Selasa (27/2) sekitar pukul 09. 30 Wita di salah satu saluran irigasi dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dusun Kabuntu Desa Bara Kecamatan Woja. Karena kondisi mayat sudah hancur, maka tidak dapat dikenali lagi. Hingga dibawa ke ruang jenazah di RSU Dompu, belum ada yang bisa mengenalinya. Namun tidak lama berselang Ma'ani (Ene), warga Dusun Wawo Timur Desa Nowa Kecamatan Woja memberanikan diri melihat jenazah yang telah mengeluarkan bau tak sedap itu. Setelah melihat sesaat, Ma'ani sontak menangis meraung-raung. Ia bisa memastikan bahwa jasad tak dikenal itu adalah Irwansyah alias Tofan (23), anaknya yang menghilang selama 2 minggu lamanya. Ia memastikan itu  dari celana pendek yang dipakainya. "Betul itu adalah Tofan. Saya kenal dari celana belang-belang (kariki) yang dipakainya pinjaman dari kakaknya Ahmad (Hama)," ujarnya sesenggukan. 

Diungkapkan Ma'ani, Tofan menghilang bersama dengan Imran (15) sejak sekitar 15 hari lamanya tanpa kabar berita. Disebutnya keseharian Tofan adalah menjadi kernet ekspedisi darat truk fuso. Sudah biasa meninggalkan rumah menuju Surabaya atau ke arah Flores. Kendati demikian, selama ini Tofan selalu memberi kabar melalui handphone. Tetapi kepergiaannya yang terakhir selama belasan hari ini tanpa  kabar sama sekali. "Saya selalu berdo'a kepada Allah agar diperlihatkan di mana anak saya pergi. Saya juga sudah pergi ke beberapa 'orang pintar' (dou maloa) untuk mengetahui di mana anak saya pergi," tuturnya setelah tangisnya mereda.

Sebagaimana diketahui mayat yang tinggal tulang belulang itu ditemukan oleh A. Faruk M. Said (35), warga Dusun Bolobaka Desa Bakajaya Kecamatan Woja yang hendak mencari rumput. selanjutnya penemuan mayat yang tak utuh lagi itu dilaporkan pada Polsek Woja. Kapolsek Woja, IPDA Rusdi, SH beserta 7 orang anggota Polsek Woja segera menuju TKP dan kemudian menghubungi Piket Identifikasi Polres Dompu. Sekitar pukul 10.15 wita kapolres Dompu AKBP Erwin Suwondo, S.I.K, Waka Polres Dompu KOMPOL Hasbullah, SH, Kabag Ops AKP I Putu Kardhiyanto, S.H., M.H., Kasat Intelkam IPTU Abdul Haris, Kasat Sabhara IPTU Komang Sastrawan dan Piket Identifikasi Polres Dompu tiba di TKP dan melakukan oleh TKP.

Kronologis kejadian berawal dari sekitar pukul 08.35 wita Sdr. A. Faruk M. Said alias Faruk (saksi) sedang mencari rumput untuk makanan sapi selanjutnya saksi mencium bau yg menyengat (bau bangke) kemudian saksi mencari tahu dan setibanya di saluran irigasi dekat dengan Kebun Jagung Milik Sdr.  Zulhaidin A. Gani (36), warga Dusun sipon Desa Bara, saksi melihat sosok mayat yang diduga jenis kelamin laki-laki menggunakan celana pendek tanpa menggunakan baju yang sudah dalam keadaan hancur. Setelah dilakukan olah TKP, mayat tersebut tidak dilengkapi tengkorak dan tulang kerangka lainnya. Setelah dilakukan pencarian sekitar jarak 300 m dari TKP  tepatnya di pintu saluran air di temukan tengkorak  milik korban. Ditemukan pula 2 buah tulang rahang bawah, tulang kering, tulang paha/pinggul dan celana dalam warna hitam. Dan sekitar jarak lebih kurang 50m tepatnya di pintu saluran air irigasi yang berdekatan dengan kandang ayam potong milik  Usman M. Ali ditemukan tulang belulang/rangka yang diduga milik korban. Diduga tulang-tulang yang berserakan itu adalah jasad Tofan dan Imran yang menghilang selama belasan hari. 

Berdasarkan sumber resmi dari kepolisian bahwa kematian kedua pemuda itu akibat terkena setrum aliran  saat ingin mencuri ayam potong di kandang milik Usman M. Ali yang berlokasi di dekat TPA Bara tersebut. Mengenai jenazah keduanya yang dalam kondisi terpotong-potong itu, pihak kepolisian masih mendalaminya. 7 orang yang diduga kuat sebagai pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Dompu serta tengah dilakukan penyelidikan intensif terhadap kasus tersebut. "Untuk sementara mereka ditetapkan sebagai pelaku dan masih dalam penyelidikan," ungkap Kasubag Humas Polres Dompu, Iptu Suhatta, SH. (LP-Amin)