Aspal Jalan Terhambat di Kampung Samporo, Diduga Keberatan Pemilik Toko Sayonara
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Arsip Blog

Aspal Jalan Terhambat di Kampung Samporo, Diduga Keberatan Pemilik Toko Sayonara

Sabtu, 05 Mei 2018

Kota Bima, Lensa Post NTB - bertahun-tahun warga Lingkungan Samporo RT. 12 RW. 04 Kelurahan Manggemaci Kota Bima mendambakan pengaspalan jalan seperti di wilayah-wilayah lain Kota Bima, Pemerintah Kelurahan dan Ketua LPM juga setiap tahun mengusulkan program pengaspalan jalan di kampung samporo agar di realisasikan, mengingat kampung baru dengan jumlah penduduk hampir 70 KK tersebut benar-benar rusak dan sangat mengganggu aktivitas dan keluar masuk warga setempat, karena kondisi jalannya begitu rusak, berlubang dan berdebu.
Alat berat yang berhenti operasi 
Ditengah-tengah kegalauan masyarakat menanti harapan yang tak pasti, masyarakat kembali dikejutkan dengan kehadiran mobil berat yang meratakan jalan kampung samporo untuk segera dilakukan pengaspalan. Namun tidak begitu lama beroperasi, alat berat tersebut berhenti dengan alasan tidak jelas. Masyarakat kampung samporo sejak hampir satu Minggu ini bertanya-tanya tentang alat berat yang tidak beroperasi tersebut, dan hanya dibiarkan parkir di kampung samporo.
Ditengah tanda tanya warga samporo, berhembus Khabar bahwa pemilik Toko Sayonara melarang alat berat tersebut untuk melanjutkan pekerjaan di kampung samporo, Khabar inipun diperkuat oleh beberapa orang pegawai PUPR Kota Bima, bahwa selama ini Pemilik Toko Sayonara terus datang ke Kantor PUPR secara tegas tidak boleh melaksanakan pengaspalan jalan di kampung samporo, pasalnya Pemilik Sayonara adalah pemilik sertifikat tanah di jalan pertama masuk kampung samporo, sehingga ia bersikeras tidak mengizinkan tanahnya diaspal dan sebagai jalan umum masyarakat kampung samporo.
Atas informasi tersebut warga kampung samporo mulai berang, dan rencana beramai-ramai akan menghadap Walikota Bima dan Dinas PUPR untuk menyelesaikan persoalan ini, menurut warga apakah karena prinsip satu orang ini, sehingga warga hampir 70 KK ini dikorbankan? "Kita semua ini butuh kampung kita bisa bersih, bagus dan rapi, juga meminimalisir kecelakaan yang terjadi", ungkap warga. Dengan kondisi ini warga kampung samporo juga berharap pemerintah memfasilitasi kebutuhan warga tersebut, harap mereka. (Sukur Bima)