Kisah Pilu seorang Ayah dan Balita Tewas Tertabrak
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kisah Pilu seorang Ayah dan Balita Tewas Tertabrak

Minggu, 06 Mei 2018

Bima, Lensa Post NTB - Tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan musibah terjadi, dan tak satupun yang mampu membendung dan menghalangi jika musibah itu datang, kalimat itu dialamatkan untuk sepasang suami istri dan dua anaknya yang masih Balita beralamat di Desa Dena Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Di hari Minggu yang cerah kemarin (6/5), adalah hari kebahagiaan sekaligus hari memilukan untuk mereka dan kita semua. Bagaimana tidak, seharian suami istri itu menghabiskan waktu bersama dua Balitanya di Pantai Kalaki Bima, tentu saja canda tawa, foto bersama, peluk pelukan dan lain sebagainya hingga mereka abadikan moment kebahagiaan itu melalui FB istrinya bernama "Nurhaidah iqbal afiyah". Namun dalam perjalanan pulang persis sebelum cabang Donggobolo kecamatan Woha, keluarga itu ditabrak sebuah pick up, dan menyebabkan seorang Ayah dan dua anaknya yang masih Balita kritis, sementara ibu dari dua anak tersebut juga mengalami luka serius, tak berselang lama setelah mendapatkan perawatan intensif di RS Sanolo, nyawa seorang Ayah bernama Nahsen Rizal (34 tahun) ASN di BPPKB Kota Bima dan putra pertamanya Ikbal Muhammad Juniawan (5 tahun) tak tertolong.
Semasa hidup
Sementara itu, seorang Ibu yang bernama Nurhaidah yang berprofesi sebagai seorang guru Fisika di SMPN 1 Madapangga saat ini sedang dirawat di RSU Bima, begitu juga dengan putrinya yang masih Balita bernama Afiah Mustaqimah (2 tahun), saat ini dalam kondisi kritis di RSU Bima, setelah Dokter di RS Sanolo tidak mampu menanganinya, karena kondisinya sangat parah.
Di Pantai Kalaki Minggu siang (6/5/2018)
Kita bisa membayangkan, saat keluarga tersebut berbaring bersama di Rumah Sakit Sanolo, dan ketika mereka berpisah saat mayat ayah dan anak pertamanya di bawa menggunakan Ambulance di Desa Dena Kecamatan Madapangga, sementara Ibu dan putri keduanya dibawa mobil ambulance ke RSU Bima. Jalur yang berseberangan arah tentu sebuah pemandangan yang memilukan. Belum lagi seorang Ibu yang masih terjaga dan sadar tidak mengetahui kondisi buah hatinya dan sang suami tercinta. Bahkan keluarga hanya menginformasikan jika suaminya telah meninggal, sementara anak pertama yang juga telah meninggal masih dirahasiakan kepada Ibunya, dengan pertimbangan traumatis seorang Ibu yang sedang menjalani perawatan.
Pick up yang menabrak
Kondisi sepeda motor korban
Ternyata kisah Pilu ini belum berakhir, dua keluarga besar suami istri ini saling bertahan untuk tempat pemakaman Almarhum Nahsen Rizal. Disatu sisi keluarga istri menginginkan Almarhum di semayamkan dan dimakamkan di Desa Dena tempat kelahiran istri dan tempat bermukim keluarga ini, disatu sisi keluarga besar Almarhum menginginkan pemakaman di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima, tempat dimana Nahsen Rizal dilahirkan dan dibesarkan. Kita berdoa semoga keluarga ini tabah menghadapi cobaan yang begitu berat ini. (Dirilis Sukur Bima)