Dandim 1608/Bima Nyatakan Pemukulan Kades Kananga Diproses Secara Militer
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Dandim 1608/Bima Nyatakan Pemukulan Kades Kananga Diproses Secara Militer

Rabu, 13 Juni 2018

Bima, Lensa Post NTB -  Reaksi cepat Komandan Kodim 1608/Bima, Letnan Kolonel Inf. Bambang Kurnia Eka Putra, terhadap kasus pemukulan Kepala Desa Kananga Kabupaten Bima, HM. Nur oleh Oknum TNI AD Lettu Inf. Umar dari  Korem 173/ Biak yang sedang melaksanakan cuti di Bima, perlu diapresiasi, setidaknya dalam hitungan jam, Dandim bereaksi mengumpulkan Para Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Bima, guna menyampaikan bahwa kasus ini tetap akan diproses secara militer, dan terakhir Dandim juga menggelar Konferensi Pers/ Press Release bersama Para Jurnalis dari berbagai Media di Bima dengan agenda permohonan maaf keluarga besar TNI atas insiden tersebut dan meyakinkan bahwa kasus ini akan tetap diproses secara hukum melalui internal TNI.
Dandim bersama Kades
Press release yang digelar di Aula Makodim 1608/ Bima, Rabu siang (13/6/2018) ini mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak dan para Jurnalis di Bima, ini sebagai langkah realistis dan transparansi Keluarga Besar TNI dalam menangani berbagai kasus sekecil apapun yang melibatkan Anggota TNI.  Dalam Press Release yang dimulai pukul 14.30 tersebut,  Dandim 1608/Bima membenarkan adanya kejadian tindak pemukulan yang dilakukan oknum TNI a.n Lettu Inf. Umar terhadap Kades Kananga Kecamatan Bolo. "Letnan Umar ada di Bima sedang melaksanakan cuti, yang bersangkutan merupakan warga asli Bolo", tutur Dandim.
Dalam Konferensi Pers yang melibatkan belasan Wartawan ini, Dandim 1608/ Bima membeberkan faktanya, bahwa kejadian tersebut berawal dari permasalahan yang terjadi pada tahun 2016, pada hari Senin ybs melaporkan ke Danramil Bolo tentang masalah itu, karena Danramil Bolo tidak mengetahui dengan pasti tentang kejelasan permasalahan tersebut, maka Danramil Bolo mengundang Kades Kananga dan juga si pembeli rumah orang tua Umar untuk bertemu di kantor Koramil Bolo. Pada saat pertemuan di Koramil Bolo, pembeli rumah tidak bisa datang.

Lanjutnya, Pertemuan tersebutpun dimulai dan setelah mendapat penjelasan dari Kades, tiba-tiba Letnan Umar berdiri dan memukul Kades, saat itu Danramil Bolo, Kapten Inf. Khaerullah sempat melerai. Selanjutnya Danramil melaporkan kejadian tersebut kepada saya dan saat itu saya perintahkan untuk menghadap saya dikantor. Setelah selesai menghadap saya, kemudian saya perintahkan kepada Dansubdenpom utk mengambil keterangan dari Letnan Umar maupun korban serta saksi-saksi lainnya. Kades Kananga didampingi Camat Bolo melakukan visum kemudian memberikan keterangan di Subdenpom.

Lanjut Dandim, yang dikenal sangat akrab dengan Para Jurnalis dan masyarakat Bima ini,  Kasus ini sudah dilaporkan kepada Danrem 162/WB maupun Pangdam IX/Udayana dan petunjuk untuk diproses lebih lanjut, diambil langkah - langkah yang tegas, sebagai pembelajaran dan efek jera, ujar Dandim.
Kemarin sore itu, kata Dandim,  saya ke Koramil Bolo, mengundang camat dan kades, untuk langsung berkomunikasi dan silaturahmi, dgn tujuan saya ke sana bukan untuk mediasi atau damai, tapi utk meyakinkan kepada perangkat maupun masyarakat Bolo bahwa akan diambil langkah tegas untuk menyelesaikan kasus ini. Walaupun Letnan Umar bukan anggota Kodim di sini, tapi dia anggota dari TNI AD, masih ada kaitannya dengan kami dan kami mohon maaf atas peristiwa yg terjadi. Camat, Kades Kananga serta masyarkat menerima kehadiran kami dengan baik dan memberikan keterangan yang dibutuhkan. Mereka percayakan langkah yang sedang dilaksanakan berupa proses hukum.

Bahkan menurut Dandim,  Kades Kananga sudah komunikasi langsung dengan Danrem melalui handphone saya (Dandim Bima ). Kami serius menyikapi kejadian ini dan kami harapkan kepercayaan, kerjasama serta hubungan baik masyarakat Bima dengan kami, semuanya tetap berjalan dengan baik. Harapan saya agar setelah ini tidak ada lagi informasi yang simpang siur, mari kita sama-sama menjaga situasi di Bima agar tetap aman & kondusif menjelang Lebaran dan juga Pilkada. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian pemukulan ini. Kami tegaskan bahwa petunjuk bapak Pangdam agar kasus ini diselesaikan dengan proses hukum yang setegas-tegasnya, terang Dandim dihadapan Para Jurnalis Bima. (Tim Lensa Post NTB/ Int. Kodim)