Polda NTT Kerahkan 1000 Personil Amankan Masjid-Masjid Jelang Lebaran
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Polda NTT Kerahkan 1000 Personil Amankan Masjid-Masjid Jelang Lebaran

Minggu, 10 Juni 2018


Kupang, Lensa Post NTB – Jelang Idul Fitri 1439 H, Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memperketat penjagaan masjid-masjid di daerah itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi teror oleh kelompok radikal. Hal ini disampaikan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT, Irjen Pol Raja Erizman kepada wartawan usai gelar pasukan Operasi Ketupat 2018 di Lapangan Polda NTT, rabu kemarin. Kapolda Raja Erizman mengatakan, untuk kepentingan pengamanan tersebut telah dikerahkan 1.000 personel kepolisian ke seluruh wilayah berbasis kepulauan itu. “Jumlah itu di luar kekuatan lain dari unsur TNI, Sat Pol PP, Basarnas, dinas perhubungan dan unsur masyarakat lainnya,” katanya.

Dia mengatakan, keseluruhan pasukan pengamanan itu akan terbagi mengamankan 404 masjid yang tersebar di seluruh wilayah NTT. Penyebaran pasukan yang juga melibatkan 1.400 personel dari unsur TNI dan unsur lainnya itu akan juga terbagi di 65 pos pengamanan (pospam) dan 35 pos pelayanan (posyan). “Untuk 65 pos pelayanan, akan ada 386 personel polisi dan di 35 pospam akan ditempati 105 orang di luar personel dari unsur lainnya,” katanya. Dia mengaku, jajaran kepolisian sangat memberi atensi khusus untuk pengamanan demi menjamin pelaksanaan ibadah puasa hingga lebaran nanti berjalan aman dan damai. Pemeriksaan ketat kepada umat yang akan beribadah akan dilakukan. “Jadi jika hendak sholat agar tidak membawa perangkat dan tas yang berlebihan karena akan diperiksa masing-masingnya. Kami anjurkan umat hanya boleh bawa mukena dan sajadah jangan banyak bawaan karena akan diperiksa. Kami mohon maaf sebelumnya,” katanya.

Selain masjid, sejumlah titik lain seperti bandara, terminal dan pelabuhan juga menjadi target pengamanan. NTT miliki 14 bandara, 42 pelabuhan dan 34 terminal. “Semuanya kami prioritaskan untuk pengamanan agar tidak terjadi aksi teror,” katanya. Secara keseluruhan, kata dia, kepolisian RI mengidentifikasi empat kerawanan di ramadan dan jelang lebaran nanti. “Selain teroris jajaran kita juga antisipasi kerawanan stabilitas harga sembako, keselamatan arus mudik serta bencana alam dan kamtibmas,” katanya. (Tim Lensa Post NTB)