Zul - Rohmi Targetkan NTB Punya Kampung Bahasa Asing
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Zul - Rohmi Targetkan NTB Punya Kampung Bahasa Asing

Minggu, 03 Juni 2018


Mataram, Lensa Post NTB - Selain mendorong Generasi di NTB untuk melek dunia digital, calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB urutan 3, Dr. Zulkieflimansyah,P.hd dan Hj. Sitti Rohmi Djalilah jika Terpilih akan menargetkan di setiap Kabupaten/ Kota di Nusa Tenggara Barat, ada kampung Bahasa Asing. Menurut Rohmi Bahasa asing masih menjadi kendala utama masyarakat NTB. Padahal, penguasaan bahasa asing penting untuk menopang pariwisata NTB yang menggeliat.

“Jadi konsepnya bukan seperti kursus. Pola pengembangan bahasa asing dengan membuat komunitas,” katanya, Senin (4/6). Rohmi menjelaskan, komunitas ini yang kemudian membuat semacam kampung bahasa asing. Percakapan sehari-hari memakai Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan bahasa asing lainnya. “Karena menjadi kebutuhan komunikasi sehari-hari, maka kampung bahasa asing ini akan cepat berkembang,” sambungnya.

Pola kampung bahasa asing ini, sambung Rohmi, seperti yang dikembangkan kampung Inggris, di Pare, Jawa Timur. Bagaimana di kampung tersebut, dari mulai anak kecil, pedagang, pegawai, sampai petani percakapannya dengan bahasa Inggris. “Beda kalau kita menggunakan model kursus. Tanpa diaplikasikan, susah berkembang,” imbuhnya.

Rektor Universitas Hamzanwadi ini menyebut, akan membentuk kampung bahasa asing di masing-masing kabupaten/kota. Bagi masyarakat NTB yang ingin memperdalam bahasa, cukup tinggal disana beberapa waktu, akan cepat menguasai bahasa asing. “Kita ini kurang mau belajar bahasa asing, karena belum menganggap sebagai kebutuhan,” ucap kakak kandung Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi ini.

Lebih jauh, Rohmi membeberkan, hadirnya kampung bahasa asing akan menyokong SDM warga NTB. Pasalnya, NTB saat ini menjadi destinasi wisata unggulan nasional. Jumlah wisatawan asing yang datang kian banyak. “Tidak mungkin bisa memberi pelayanan yang baik bagi orang asing, sementara bahasa mereka kita tidak tahu,” terangnya.

Adanya kampung bahasa asing ini, tambah Rohmi, juga bisa dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa memperdalam pengetahuan mengenai bahasa asing. Jika selama ini hanya mendapat teori di kelas, begitu masuk kampung bahasa asing bisa langsung praktik. “Tentu hadirnya kampung bahasa asing tidak bisa seperti sulapan. Kita harus susun instrumennya, di awal satu daerah bisa jadi pilot project,” ucapnya. (Tim Lensa Post NTB)