Bupati Bima Hadir di Festival Rimpu Mbojo- Dompu di Jakarta.


Bupati Bima Hj.Indah Dhamayanti Putri foto bersama  saat menghadiri Festival rimpu Mbojo- Dompu di Jakarta.

Kabupaten Bima,Bimabangkit.com,- Dalam rangka pelestarian dan pengenalan budaya “Rimpu” Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri menghadiri Festival “Rimpu Bima - Dompu” yang diselenggarakan oleh Paguyuban Masyarakat Perantau Dompu – Bima Nusa Tenggara Barat se- Jabodetabek pada Hari Minggu 15 Juli 2018 bertempat di Monas – Jakarta.

Rimpu” merupakan Cerminan Derajad Siwe Mbojo salah satu daerah yang secara historis pemerintahannya menganut system Kesultanan memiliki khasanah budaya yang monumental; di dalamnya tidak hanya merefleksikan daya cipta rasa dan karsa namun juga terkandung ajaran – ajaran luhur yang mencirikan ketinggian derajad dan kemuliaan pekerti serta kepatuhan pada ajaran dan nilai – nilai religius Islami. 

Karena keluhuran yang mencirikan ketinggian derajad dan kemuliaan pekerti serta kepatuhan pada ajaran dan nilai – nilai religius Islami sebagaimana dimaksud, kendati zaman terus berganti dan menyodor aneka kemajuan cita rasa, serta pola hidup dan kebiasaan baru, namun tak sanggup menggerus, teguhnya kekokohan cinta Dou ro Dana (Suku Bima) untuk terus melestarikan budaya agung warisan para leluhur.

Salah satu budaya agung yang sarat dengan penanaman nilai dan pendirian agama Islam adalah budaya “Rimpu” yang secara hakikat mengandung ajaran menutup aurat baik secara lahir maupun bathin sehingga menghindarkan kaum perempuan maupun laki – laki dari   aneka fitnah dan godaan syahwat. Kaum perempuan wajah dan tubuhnya tertutup secara proporsional sehingga kaum laki – laki tidak dapat menatapnya secara langsung hingga tidak melahirkan dorongan – dorongan nafsu yang bersifat destruktif.

Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri melalui kasubag informasi dan pemberitaan Humas protokol pemkab Bima zainudidin S.sos,  menyatakan bahwa “di balik balutan Tembe Mbojo yang digunakan perempuan suku Mbojo sebagai “Rimpu” terpagar asri keindahan, kesucian dan keaslian serta keluhuran kaum perempaun Dana Mbojo secara lahir – bathin. 

Yang terkisah secara turun – temurun, kaum bahwa perempuan Dana Mbojo khususnya para gadis memiliki kebiasaan memingit diri dari khalayak guna ditempat dengan adat maupun adab yang wajib dijunjung sehingga kelak memiliki pribadi yang tak tercela baik dari aspek tutur kata maupun prilaku.

Mengandung makna mengisolasi diri dari pergaulan dan aktivitas social namun lebih mengarah pada ikhtiar menempatkan setiap kata dan perbuatan sesuai dengan ruang, waktu dan kebutuhan yang tepat sesuai dengan tuntunan Islam” ungkap Bupati Bima sembari tersenyum ramah katanya.

 lanjut Bupati, pihaknya  mengungkapkan  bahwa upaya pelestarian dan penyebaran budaya yang mencerminkan keluhuran kepribadian daerah dan bangsa mesti terus didukung dan ditingkatkan intensitasnya sehingga terwariskan menjadi identitas yang menjadi pondasi kepribadian generasi serta menjadi kebanggaan yang menebalkan rasa cinta pada tanah kelahiran hingga akhirnya sanggup memeberi motivasi kuat untuk terus menggiatkan ikhtiar pemajuan pada seluruh dimensi kehidupan.

“Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada segenap Panitia dan Peserta Festival; saya memandang bahwa kegiatan ini merupakan cerminan kecintaan dan motivasi kuat untuk membangun Dou Labo Dana Mbojo dengan berlandaskan pada kearifan local serta rasa kebersamaan dan partisipasi yang tinggi”ungkapnya.(BB,-01)

Komentar

Postingan Populer