Suara Hati Bocah Korban Gempa Cita-cita Ingin Jadi Tentara
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Suara Hati Bocah Korban Gempa Cita-cita Ingin Jadi Tentara

Minggu, 12 Agustus 2018

Bocah 11 tahun cita-cita ingin jadi Tentara
Lombok Utara, Lensa Post NTB - Kerja keras Anggota Korem 162/ WB dan seluruh Prajurit TNI dalam rangka penyelamatan dan evakuasi korban gempabumi di Lombok Utara dan beberapa tempat yang terkena dampak gempa di Pulau Lombok perlu diapresiasi, dengan menguras tenaga dan pikiran, ribuan prajurit beratribut loreng ini tak pernah kenal lelah dengan tugas misi kemanusiaan pasca gempa 7,0 skala richter yang memporakporandakan dan menghancurkan puluhan ribu pemukiman warga dan menewaskan ratusan manusia. 

Tim Psikologi TNI Bantu Pulihkan Psikologi sosial anak korban gempa
Traumatis masyarakat Lombok Utara dan sekitarnya atas musibah dahsyat ini, sepertinya sulit untuk dihilangkan dari pikiran mereka, Tim Psikologi TNI setiap saat ikut membantu memulihkan kondisi ini, terutama dikalangan anak-anak psikologi sosial justru sangat mempengaruhi perkembangan dan otak mereka.  Untuk itu melalui Sekolah Gembira yang didirikan Tim Psikologi TNI bersama para relawan Psikologi di Tenda Posko Psikologi, anak-anak sekolah mulai dari usia dini hingga SD diberikan pelayanan secara khusus berupa permainan, melatih bergambar dan mewarnai serta bermain bersama sambil memungut sampah-sampah yang ada dilapangan. Semua dilakoni dengan tawa dan ceria bersama, semua itu dilakukan untuk pemulihan mental kepada kondisi semula.

Ada yang menarik dan menjadi perhatian, seorang Bocah 11 tahun, Rahman Hidayat, kelas V SDN 2 Tanjung, saat diminta untuk menuliskan cita-citanya bersama anak-anak yang lain didalam Posko, ia menuangkan kepolosan isi hatinya diatas selembar kertas yang diberikan tim Psikologi TNI. Dalam tulisannya, Mamang nama panggilannya menuliskan “Citai-citaku menjadi Tentara karena Tentara itu yang terbaik karena Tentara memabntu orang tuaku dan kampung kami semua tentara adalah nomor 1. Di Indonesia aku berjanji kepada ibu bapak yang saya sayangi semoga sehat dan walpiat. Semoga yang menjadi Tentata sekaranga saya doakan untuk bapak semoga bapak selamat“. 
Secarik kertas isi hati Bocah 11 tahun korban gempa
Mamang mengakui, Ia menulis itu karena memang melihat langsung bagimana Tentara membantu menyelamatkan orang tuanya pada malam peristiwa naas itu, sehingga ingin menjadi seorang Tentara. Meski tulisannya tak beraturan, Setidaknya itulah gambaran hati seorang anak ketika melihat langsung perjuangan Prajurit TNI dalam menyelamatkan dan mengevakuasi mereka pada saat korban gempa. (LP.NTB/ Tim KLU)