Jelang TMMD dan Pilkades Serentak, Dandim 1608/ Bima Silaturrahim Dengan Warga Sape
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Jelang TMMD dan Pilkades Serentak, Dandim 1608/ Bima Silaturrahim Dengan Warga Sape

Rabu, 05 September 2018

Bima, Lensa Post NTB - Untuk kesekian kalinya, Komandan Kodim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra melaksanakan kunjungan kerja dan silaturrahim dengan Warga Kecamatan Sape Kabupaten Bima, selasa siang (4/2018) sekitar pukul 14.45 wita. Silaturrahim yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Sape dihadiri Camat Sape Bapak Komarudin S.Sos, Camat Lambu Bapak Abdurahman S.Sos, Danramil 03/Sape Kapten inf Junaid,
Danramil Donggo Kapten inf Muhammad, Kapolsek Sape AKP Syarifudin Jamal,  Kapolsek Lambu IPTU Kurais dan Tokoh Agama/ tokoh masyarakat berjumlah 150 orang.
Acara silaturrahim diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Camat Sape Komarudin S.Sos, pada kesempatan tersebut,  Camat Sape mengucapkan terimakasih kepada Dandim 1608/ Bima yang telah menggelar silaturrahim bersama masyarakat Sape. "Alhamdulillah Bapak Dandim selalu turun di Sape setiap ada konflik dan kejadian-kejadian", imbuh Camat.

Camat juga menyampaikan, bahwa ditahun 2019 ada 53 Desa se Kabupaten Bima yang menggelar Pilkades serentak, sementara di Kecamatan Sape sendiri ada 8 Desa dan Kecamatan Lambu 1 Desa yang menggelar Pilkades serentak. Kami berharap dukungan TNI sangat diharapkan agar pelaksanaan pilkades nanti berjalan aman dan tentram.

Dandim 1608/ Bima, Letkol Inf. Bambang Kurnia Eka Putra dalam arahannya mengatakan, bahwa kejadian di Desa Rai oi kemarin karena dipicu pengaruh lingkungan dan berubahnya tatanan masyarakat, seperti minuman keras, dan lingkungan yang kurang bisa memberi contoh yang baik terutama kepada generasi muda. Ini memerlukan kepedulian kita semua, tidak hanya aparat saja tapi seluruh masyarakat, ungkap Dandim.

Dandim juga mengatakan, bahwa Budaya Bima yang sangat luhur seperti Maja Labo Dahu sudah semakin jauh ditinggalkan & sudah terjadi pergeseran nilai.  Menurut Bambang, Bagaimana Bima 20 thn kedepan tergantung pada bagaimana generasi muda ini sekarang. Kalau kita tidak peduli dengan kondisi yang ada sekarang, bagaimana nantinya sekian tahun kedepan. Proses ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan tapi kalau tidak kita mulai, tidak akan ada perubahan. Usai sambutan Dandim, dibuka dialog interaktif masyarakat dengan Dandim, hingga tuntasnya kegiatan berjalan dengan lancar. (LP.NTB/Tim)