Balai TNGT Rutin Sapu Gunung Bersama Masyarakat
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Arsip Blog

Balai TNGT Rutin Sapu Gunung Bersama Masyarakat

Sabtu, 20 Oktober 2018

 Kasubag TU Balai TNGT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si

Dompu, Lensa Post NTB - Guna memelihara kawasan Taman Nasional Gunung Tambora (TNGT) agar tetap terjaga kebersihannya, maka pihak Balai TNGT bersama masyarakat sekitar lingkar Tambora rutin melakukan kegiatan sapu gunung. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Balai TNGT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si. "Secara rutin bersama masyarakat kami melakukan kegiatan sapu gunung menurunkan sampah-sampah di atas gunung," ujarnya. Apalagi bila ada event-event tertentu, petugas melakukan kegiatan sapu bersih gunung. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memastikan semua peserta kegiatan tidak ada yang tersesat atau mengalami kecelakaan, untuk memastikan rangkaian kegiatan berjalan lancar serta untuk memungut kembali sampah-sampah yang berceceran di atas gunung saat kegiatan berlangsung.


Dikatakannya pihak Balai TNGT juga melakukan  upaya pencegahan agar para pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. Caranya setiap pengunjung TNGT diberi briefing dulu saat akan mendaki agar mereka memahami hal-hal yang boleh dilakukan maupun yang tidak boleh dilakukan saat berada di atas kawasan TNGT. "Termasuk yang tidak boleh dilakukan adalah membuang sampah sembarangan di atas gunung," jelasnya. Upaya lain untuk mencegah terjadinya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oleh para pengunjung adalah setiap pengunjung membutuhkan 4 (empat) orang porter (buruh angkut), mereka berkewajiban untuk menambahkan seorang porter lagi yang bertanggung jawab untuk memungut sampah dan menurunkannya dari atas gunung.

Apalagi saat membludaknya laju kunjungan di bulan Agustus, petugas melakukan pengecekan dan briefing kepada pengunjung yang akan naik gunung dan melakukan pengecekan juga saat mereka turun. Petugas melakukan cek list untuk mengecek barang-barang bawaan pengunjung dan barang-barang yang berpotensi menimbulkan sampah. "Sebelum naik pengunjung harus menjaminkan KTPnya untuk wisatawan lokal dan paspor untuk wisatawan asing sebagai garansi atas sampah," paparnya. Pada saat turun gunung mereka mengambil kembali KTPnya atau paspornya ditukarkan dengan kantong sampah yang mereka turunkan. Dikemukakan Deny, belajar dari pengalaman di beberapa taman nasional yang lain, sampah menjadi momok yang sulit untuk diatasi bila tidak dilakukan langkah-langkah preventif sejak dini. "Kebetulan Tambora ini baru, harus 'mengasuh'nya secara bijak," pungkasnya. (LP.NTB/ EMO)