Kontraktor Puskesmas Woha Pastikan Pembangunan Berjalan Baik
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kontraktor Puskesmas Woha Pastikan Pembangunan Berjalan Baik

Jumat, 19 Oktober 2018


Bima, Lensa Post  NTB – Pembangunan Puskesmas Woha Kecamatan Woha Kabupaten Bima yang saat ini tengah dilaksanakan PT. Risalah Jasa Konstruksi sempat mendapat protes keras dari berbagai pihak, tidak hanya dari masyarakat setempat, beberapa Media di Bima pun mempublikasikan, bahkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bima sempat memberhentikan sementara pekerjaan tersebut. Kontradiktif, kecaman dan protes keras dari berbagai pihak tentang pengerjaan Puskesmas Woha tersebut, juga mendapat reaksi keras dari Kontraktor PT. Risalah Jasa Konstruksi.


Direktur PT. Risalah Jasa Konstruksi, Muhammad Makdis, ST membeberkan bahwa diawal-awal pekerjaan memang diakuinya akibat bahan material yang kurang baik kualitasnya karena disuplay dari penduduk setempat, termasuk pekerja dan tenaga teknis juga dinilai kurang bagus, namun saat ini kita coba merubah, yakni material bangunan kita distribusi sendiri dari Hodo dan pekerja yang berjumlah 42 orang ditambah 1 orang tenaga teknis kita ganti semuanya. Sehingga sekarang bisa dilihat sendiri bagaimana kualitas pekerjaan, baik dari bahan material yang digunakan maupun kualitas para pekerja, ujar Dedi (sapaan akrabnya).


Diakui Dedi bahwa memang proses pengerjaan itu agak sedikit jelek fisiknya, “tapi ini kan masih dalam proses pengerjaan, pekerjaan akan tuntas di Bulan Desember, ditambah lagi ada 6 bulan masa pemeliharaan, jika ada yang masih kurang, tinggal Pengawas maupun PTP bisa menegur, supaya kita perbaiki kekurangannya”, ujar Dedi. Selain disorot tentang kualitas fisik, Kontraktor juga sempat dihadapkan pada persoalan belumnya membayar bahan material, hal ini juga dibantah keras oleh Dedi selaku Direktur PT. Risalah Jasa Konstruksi. Dedi menjelaskan secara tegas, bahwa pihaknya tidak pernah hutang dalam urusan bahan material, kita tetap membayar bahan material melalui Sdr. Baharudin warga setempat yang menyuplai bahan bangunan tersebut. “saya tegaskan bahwa kami telah melunasi bahan material tersebut, dan tidak ada hutang”, terangnya tegas.   


Selanjutnya Dedi juga meluruskan terkait teguran Bupati, bahkan sempat ingin memberhentikan pekerjaan sementara waktu, Dedi menjelaskan bahwa kemarin sudah turun Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D), Tim Pengawas dari PTP, Tim Pengawas dari Konsultan, Tim Monev dari Legislatif, dan Kabag AP, semua sudah menyimpulkan bahwa pada hari itu harus membongkar pekerjaan yang dinilai kurang bagus dan segera memperbaiki, ini telah kita lakukan, karena ini merupakan tanggungjawab kami dan konsekwensi ini harus kami terima, bahkan kami memfeedback perintah itu dengan mengganti seluruh pekerja sebanyak 42 orang ditambah 1 orang tenaga teknis, Alhamdulillah kita kejar dan sudah kita perbaiki semua, urainya. Dedi kembali menegaskan, bahwa pekerjaan ini masih dalam tahap penyelesaian, dan tersisa hingga Bulan Desember 2018, ditambah 6 bulan masa pemeliharaan, karena ini masih dalam tahap pelaksanaan pengerjaan, mereka wajib menegur kami apabila salah dan kita akan perbaiki, tidak ada yang perlu dibesar-besarkan dan tidak ada masalah, yang penting kita tidak lari dan tinggalkan pekerjaan tersebut. tutup Dedi meyakinkan. (LP.NTB/ Sukur)