LAKRI Kritisi Lapangan Bola Simpasai Yang Terabaikan
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

LAKRI Kritisi Lapangan Bola Simpasai Yang Terabaikan

Sabtu, 20 Oktober 2018


Dompu, Lensa Post NTB - Lapangan bola yang terletak di Kelurahan Simpasai adalah fasilitas Daerah yang merupakan lapangan sepakbola kebanggaan bersama masyarakat Dompu. Sebelumnya masyarakat dan Pemerintah mengunakan lapangan ini sebagai tempat penyelanggaraan berbagai macam ajang pertandingan, baik itu pelaksanaan pertandingan berskala kabupaten maupun berskala nasional pernah diselenggarakan di lapangan bola kelurahan ini. Ketua LAKRI Kabupaten Dompu, Sangaji Adil mengungkapkan  Lapangan Bola Simpasai merupakan Lapangan Bola Standar Daerah pertama yang menjadi rintisan  Pemerintah Kabupaten Dompu. Dari lapangan ini, kata Sangaji telah mencetak para atlit dan pesepak bola daerah yang tidak kalah hebatnya yang pernah  berlaga pada berbagai event pertandingan bola nasional pada era 80-an.
 
Ketua LAKRI, Sangaji Adil
Selain lapangan bola, di lokasi berdekatan pemerintah daerah pada masa itu juga membangun fasilitas lapangan bola voly, bulu tangkis, tennis, dan basket. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu satu persatu fasilitas tersebut kondisinya hancur rusak parah dan dibiarkan  terbengkalai begitu saja. "Tidak pernah diperhatikan dengan melakukan upaya-upaya perbaikan sehingga akses fasilitas tersebut dibiarkan begitu saja," ungkap Sangaji kecewa.  Lebih parahnya lagi, lanjutnya kondisi pagar keliling Lapangan Bola kebanggaan masyarakat Dompu itu rusak total dari segala sisi. Di samping itu, adanya proyek baru pembangunan shelter di depan lapangan tersebut dinilainya mengurangi nilai dasar obyektifitas konsep lapangan bola yang sebenarnya sebagai fasilitas olah raga. "Sehingga tidak sedikit masyarakat menilai bahwa proyek pembangunan shelter di depan Lapangan Bola Simpasai salah peruntukannya," sorotnya.

Selanjutnya Sangaji berharap Pemerintah Kabupaten Dompu melihat kondisi yang terjadi dan dilakukan langkah-langkah perubahan.  "Setidaknya pihak KONI Kabupaten Dompu sebagai pihak yang mewadahi fasilitas olah raga mampu mengambil langkah tegas dan menjelaskan terkait dengan persoalan tersebut," harapnya. Bahkan menurut Sangaji lapangan tersebut akan lebih bermanfaat bila dialihfungsikan penggunaannya menjadi lahan penanaman jagung, lahan peternakan sapi, dan atau kompleks pasar rakyat Kecamatan Woja. (LP.NTB/ EMO)