Anwar Membantah Berita Stabilitas Dugaan Pemeras PAUD dan PKBM,, Oknum Wartawan Koran Stabilitas Diduga Lindungi Tiga PKBM Bermasalah


Kota Bima, Bimabangkit.com,- Dengan adanya pemberitaan  dugaan pemeras PAUD dan PKBM di koran stabilitas beberapa hari yang lalu, AN, Wartwan membantah  pemberitaan itu tidak benar dan hanya saja sebuah fitnah selasa 9/10/2018.

Anwar, menyatakan  bahwa selama ini tidak pernah meminta  uang apalagi pemeras PAUD dan PKBM  sepeti yang  diduga dalam pemberitaan koran stabilitas,.  itu  fitnah dan pemberitaan  tidak benar.  Selama menjadi wartawan saya tidak pernah menganggap ada musuh baik dalam kemitraan dengan pemerintah maupun non pemerintah lebih khusus lagi sesama profesi wartawan.

Sekali lagi saya tegas bahwa tidak pernah melakukan hal hal yang merusak nama baik wartawan selama menjadi profesi itu, maka melalui media ini saya mengklarifikasi dan membantah pemberitaan koran stabilitas pada edisi kemarin.

Selain itu Anwar, mengklarifikasi  juga dengan ketua Frum PKBM Kota Bima Sukahar, saat ditemui ia menyampaikan  bahwa  selama ini baik yang kaitan pelaksanaan operasional PAUD maupun kegiatan PKBM tidak ada oknum wartawan  apalagi yang berisial AN, yang meminta uang dan  melakukan pemerasan lembaga itu, menurut saya bahwa pemberitaan di koran stabilitas  oknum wartawan dugaan pemerasan itu tidak benar adanya ucapnya.####.


Oknum Wartawan Stabilitas, Diduga Melindungi Tiga PKBM Bermasalah

Ilustrasi korupsi
Oknum wartawan    koran Stabilitas  berinisial Rafi sekaligus calon DPRD dapil  Donggo Soromandi  dari Partai PAN  kabupaten Bima diduga melindumgi  tiga  lembaga  Pendidikan Kegiatan  Belajar Masyarakat ( PKBM ) Kota Bima yang bermasalah benarkan dugaan ini rafi...?
Rafi adalah salah satu pimpinan Redaksi Media cetak (Koran stabilitas ) kota Bima.

Kronologisnya,berawal dari PKBM tersebut diduga telah mellakukan penyewengan anggaran negara  yakni PKBM  Oi,Si,i dan PKBM Oi Niu  yang mendapatkan  program pengadaan komputer sebanyak 10 unit dengan anggaran  masing masing sebanyak Rp. 50.000,000, yang bersumber dari APBN  tahun 2018 dan ketua LKP Mekar Sari  kota Bima Siti Halimah yang mendapatkan program Pendidikan kecakapan wirausahaan PKW jenis kegiatan kursus tenu tradisional anggaran sebanyak Rp. 110.000,000, dengan jumah warga belajar sebanyak 40 orang. 

Berdasarkan informasi  dari ketua  lembaga PKBM  yang tidak mau sebutkan namanya saat di temui di halaman kantor Dinas Dikbud kota Bima beberapa hari yang lalu  menyatakan bahwa kedua  lembaga PKBM yang mendapakan program pengadaan komputer  tidak ada masalah dan kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan aturan berdasarkan hasil pemeriksaan oleh  oknum Wartawan  koran stabilitas rafidin,  begitupun dengan LKP Mekar Sari  yang mendapatkan program PKW  katanya.

Dengan adanyan informasi itu tim media Bimabangkit   langsung mengklarifikasi dengan ketua lembaga PKBM OI,SI,I Juharni  Saat di temui  di depan  halaman sekolah TK Raba Kota Bima beberapa hari yang lalu  ia mengakui   benar adanya pengadaan komputer sebanyak 10 unit  dengan anggaran bersumber APBN  tahun 2018,  sebesar Rp. 50.000,000, melalui rekening ketua lembaga  namun pengadaan komputer itu,   hanya  4 unit yang di belikan dari  10 unit karena banyak hal yang saya tidak mau jelaskan.

"Ketua lembaga PKBM OI,NIU Lulu,juga mendapat  anggaran yang sama mengakui  tidak ada komputer yang di belikan  karena anggaran sebanyak  Rp. 50.000,000, itu sudah hilang saat mau beli komputer di mataram,akuinya  sewalaupun kedua lembaga tersebut sudah mengakui penyelewengan anggaran negara   namun  oknum tersebut masih saja nyali untuk meindungi.

Sedangkan  ketua LKP Mekar Sari Halimah  saat di konfirmasi melalui telpon menjelaskan  bahwa dalam pelaksanaan kegiatan mengakui tidak ada yang 100 persen daam kegiatan program baik dari tingkat  kehadiran warga belajar  yakni  hanya 7 orang  dari 40 orang warga belajar di kali Rp. 2700,000 perorang selama 200 jam kegiatan.
ketua LKP Mekar Sari Halima adalah salah satu PNS yang bekerja sebagai bendahara di SMPN 1 kota Bima.

Selain itu kata Halimah juga   mengakui bahwa anggaran Progaram PKW sebagian ,sudah di dipergunakan   untuk kepentingan pribadi pembayaran utang di Bank BRI Cabang Bima sebanyak Rp. 50.000,000,  dari anggaran sebanyak Rp. 110.000,000, akuinya..

Beberapa hari  kemudian tiba tiba  tim Bimabangkit di telpn oleh oknum Wartawan koran  Stabilitas Rafidin meminta pada tim Bimabangkit untuk tidak lagi  menganggu  kedua lembaga PKBM,  yang mendapatkan program pengadaan komputer itu   karena mereka kena musibah  ucapnya.

Akibat  oknum Wartawan  koran Stabilitas Rafi diduga melindungi  tiga  lembaga PKBM bermasalah  diduga merugikan keuangan negara  ratusan juta rupiah .

Oknum wartawan koran  stabilitas rafidin  saat minta tanggapannya   melalui via henpon baik sms maupun telpon tidak mau di jawab( bisu).hingga berita ini di naikan. 

Sementara  itu, kepala Dinas Dikbut Kota Bima H.Alwi  Yasin saat ditemui  senin 8/10/2018 menyatakan bahwa  ketiga  lembaga PKBM tersebut,  berdasarkan temuan kami dilokasi  tempat kegiatan PKBM itu, tidak ada kegiatan baik kegiatan belajar mengajar maupun fisik pengadaan komputer tersebut, lebih lebih dilembaga PKBM OI,NIU, hanya saja lembaga itu menghabiskan anggaran negara setiap tahun,.dan akan di hapus, sedangkan untuk LKP Mekar Sari dalam program PKW kami akan turun cek dulu kelokasi tempat kegiatan jika terbukti anggaran program sebagiannya sudah di pergunakan untuk pembayaran utang pribadi  maka akan berhadapan dengan hukum dan lembaganya akan di hapus.

Selain itu kata kadis dengan adanya  masalah di tingkat lembaga PKBM  tersebut, harus bertanggung jawab, baik secara laporan pertanggungjawaban kegiatan maupun secara  proses hukum , tidak ada satu orang pun yang melindungi yang keba hukum ucapnya. (BB,- 01 )

Komentar

Postingan Populer