Staf Ahli Kementerian Ketenaga Kerja RI,.Hadiri Acara Peresmian Gedung Kantor LTSA PPPMI Bima

.
Usai peresmian Bupati Bima foto bersama.
Bima, Bimabangkit.com, - Staf Ahli Kementerian Ketenaga Kerja RI  Irianto Simbolon, SE, MM,  menghadiri acara peresmian gedung kantor  Layanan Terpadu Satu Atap-Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (LTSA-PPPMI) Kabupaten Bima. Gedung kantor tersebut, diresmikan oleh Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE, Rabu (20/2). 

Bahwa  kantor LTSA PPPMI yang ada di Kabupaten Bima, satu-satunya di pulau Sumbawa ini .Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Pemerintahan dan Layanan Publik, Ir. H. Suwahip, MT, Kepala BNP2TKI Pusat, Hariadi Agah, S.Ip, para Asisten, Kabag, Staf Ahli, Kepala OPD, dan Kepala Dinas Disnakertrans, H. Nasrullah Arsyad, S. Sos,  beserta jajarannya Disnaiertrans.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, H. Nasrullah Arsyad, S.Sos, menyampaikan laporan pencari kerja dari tahun ke tahun. Tahun 2016, sebutnya jumlah tenaga kerja mencapai 1.445 pencari kerja dan yang sudah diberangkatkan/ditempatkan  mencapai 979 pencari kerja. Pada tahun 2017 jumlah pencari kerja sebesar 1.936 pencaker dan yang sudah ditempatkan mencapai 1.850 pencaker. Sementara itu pada tahun 2018  jumlah pencari kerja sebanyak 2.715 orang sedangkan oencaker yang ditempatkan sebanyal 2.208 orang dengan Negara tujuan Saudi Arabiah, Malaysia, Brunei Darusalam, Taiwan, Singapura dan Hongkong.

Lanjut, dengan adanya kantor LTSA PPMII ini merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada pekerja migran secara cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terukur sesuai dengan yang diamanatkan dalam  Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

Dalam akses pelayanan yakni,  memberikan informasi layanan terhadap warga masyarakat/tenaga migran yang ingin melakukan pencari kerja di Luar Negeri, melakukan  Pelayanan SKCK dan sidik jari dan perlengkapan lainnya yang berkaitan dengan kepengurusan pekerjaan yang mencari kerja keluar negeri sementara untuk penerbitan Paspor akan dilayani oleh Kantor Imigrasi Bima.Sebutnya.

Kepala BNP2TKI Pusat, Hariadi Agah, S.Ip, dalam sambutanya  menyampaikan bahwa dengan  diresmikan  gedung LTSA-PPPMI ini sebagai wujud implementasi salah satu perintah Presiden RI Ir. H. Joko Widodo agar pemerinta dapat memberikan kemudahan dan kepastian serta keamanan dalam proses pelayanan, penempatan dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bima.

Menurutnya, berdasarkan data penempatan tahun 2018 yang diproses di Provinsi NTB TKI yang berangkat keluar negeri sebesar 20. 030 orang, sedangkan TKI yang berasal dari Kabupaten Bima sebanyak 191 orang. Sedangkan bila dilihat dari data SISKOTKLN semenjak tahun 2018 Kabupaten Bima telah mengirim tenaga kerja mencapai 1.360 orang dimana dari jumlah tersebut sebanyak 50 porsen berasal dari kaum perempuan dengan Negara tetinggi Malaysia dan Taiwan.

Dikatakannya bahwa dengan adanya LTSA P2TKI ini, pemerintah membuktikan dalam melayani masyarakat, sehingga kita dituntut untuk benar-benar melakukan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada saudara kita yang akan bekerja keluar negeri. Khusus ditahun 2019 ini sudah ada 6 (ena) LTSA-PPPMI yang sudah diresmikan; salah satunya LTSA-PPPMI yang berada di wilayah Kabupaten Bima ini sehingga dengan diresmikanya pembangunan gedung LTSA-PPPMII kedepanya dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun tenaga kerja imigran yang ingin melakukan kerja di Luar Negeri.Tuturnya.


Sementara,  Staf Ahli Kementerian Ketenaga kerjaan, Irianto Simbolon, SE, MM, menegaskan bahwa dengan diresmikannya pembangunan gedung LTSA-PPMII ini merupakan salah satu prestasi yang luas biasa bagi Pemerintah Kabupaten Bima dalam rangka memberikan pelayanan terhadap warga masyarakat maupun para imigran yang ingin melakukan pencari kerja keluar negeri, sehingga dengan pelayanan tersebut.


Diakuinya, bahwa di Indonesia suda membangun  31 LTSA sejak tahun 2015-2018. Sementara ditahun 2018 sudah dibangun  9 lokasi LTSA .
Untuk Provinsi NTB yang telah berjalan  5 LTSA yaitu Loteng, Lobar, Lotim, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Bima.  sebagai lokasi LTSA yang  ke-6. Akuinya.

Bupati Bima, dalamsambutanya menyampaikan bahwa dengan adanya LTSA PPMI merupakan salah satu program perbaikan tata kelola penempatan dan perlindungan TKI dalam upaya pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang melakukan pekerja migran secara cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terukur sesuai dengan kewenangan SKPD masing-masing sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

"Berharap dengan diresmikannya gedung LTSA-PPPMI ini dapat mewujudkan sistem pelayanan terpadu, transparan dan akuntabel dalam tata kelola penempatan dan perlindungan pekerja migran Indonesia. "Dan InsyaAllah, kami ingin meningkatkan pelayanan yang mudah, murah, aman, berkualitas dan cepat dalam rangka penempatan dan perlindungan pekerja migran.Akhirinya. (BB,-02)




Komentar

Postingan Populer