Dihadang Pendemo, Dirjen Tanaman Pangan Balik Kanan
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Dihadang Pendemo, Dirjen Tanaman Pangan Balik Kanan

Bimabangkit.info
Minggu, 10 Maret 2019


  

Dompu, Lensa Pos NTB– Panen raya jagung di Desa Saneo Kecamatan Woja Kabupaten Dompu pagi ini senin (11/3/2019) terpaksa dibatalkan, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI yang sedianya akan melaksanakan pembukaan panen raya jagung di Desa Saneo harus balik kanan kembali ke Jakarta akibat adanya insiden demonstrasi berupa pemblokiran jalan yang menyebabkan kendaraan macet panjang, bahkan kendaraan Rombongan Dirjen, Gubernur NTB dan Bupati Dompu sulit untuk masuk di area panen raya tersebut. 

Pantauan langsung Wartawan Lensa Pos NTB di Lokasi, jalan yang memang sempit semakin macet akibat tumpah ruah kendaraan yang sejak pagi mendatangi area panen raya jagung. Kemacetan yang luar biasa panjang akibat pemblokiran jalan yang dilakukan oleh para pendemo yang menuntut kenaikan harga jagung, semakin mempersulit kelancaran kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hingga berita ini dirilis kemacetan panjang masih terjadi, begitu juga dengan warga masyarakat yang sejak pagi berada di lokasi menunggu kehadiran rombongan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI sangat kecewa, karena khabarnya panen raya tersebut dibatalkan. 

Kepala Desa Serakapi,  Sastromijoyo H. Darsyad mengatakan "Saya mendapat informasi dari Kabag Humas (Setda Dompu) bahwa panen raya batal dilakukan," ungkap Joyo. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Aliansi Masyarakat Desa Serakapi dan Desa Saneo ini menggelar demo menuntut kebijakan pemerintah agar segera menaikan harga jagung Rp. 5. 000 atau minimal Rp. 4. 500. Sedangkan kering panen dengan harga Rp. 3. 500. "Harga jagung sangat merugikan petani hanya 3.300 dan basah Rp. 2. 200. Untuk bayar utang di bank saja tidak cukup, " cetusnya. Jaidin, S. Pd dalam orasinya juga menyoroti kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada petani. "Bupati H. Bambang menyampaikan waktu peresmian Dam Mila harga jagung 5.000. Mana buktinya ?," ujarnya kesal. (AMIN – TIM LENSA POS NTB)