Polsek Rasanae Barat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu Serentak 2019
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Polsek Rasanae Barat Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilu Serentak 2019

Bimabangkit.info
Sabtu, 23 Maret 2019

Kota Bima, Lensa Pos NTB - Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Legislatif Serentak Tahun 2019 digelar pada Sabtu, pagi (23/03/2019) di Halaman Kantor Polsek Rasanae Barat Bima Kota. Apel yang diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Kapolsek Rasanae Barat turut dihadiri oleh Camat Rasanae Barat, Camat Mpunda, Lurah, Ketua PPK Rasbar dan Mpunda, Anggota, Bawaslu Rasbar dan Mpunda, Anggota, PPS se-Kecamatan Rasbar dan Mpunda, pejabat lingkup Polsek dan Kodim 1608 seluruh peserta apel tersebut
Pada kegiatan tersebut, Selaku PJS. Kanit Sabhara, IPTU Budiharjo, S. Sos, Polsek Rasanae Barat membacakan sambutan tertulis Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan. kegiatan apel ini dilaksanakan secara serentak dan massif di seluruh Indonesia, untuk menunjukkan bahwa negara didukung oleh rakyatnya sangat serius dan bertanggung jawab agar gelaran pesta demokrasi bisa berjalan dengan baik tanpa ada hambatan yang berarti guna memilih calon legislatif dan pemimpin nasional yang berintegritas. Jumlah kekuatan prajurit TNI-Polri yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 sebanyak 453.133 orang didukung dengan Alutsista sesuai potensi kerawanan yang ada, ujarnya.
Menko Polhukam berharap kepada seluruh prajurit TNI-Polri dan komponen masyarakat yang dilibatkan, agar melaksanakan tugas ini dengan penuh dedikasi dan rasa tanggung jawab, karena bagi Prajurit Bhayangkari Negara, tugas adalah kehormatan yang tidak ternilai harganya.  Menko Polhukam menekankan enam hal penting untuk dipedomani bersama yaitu pahami bahwa tugas pengamanan Pemilu Serentak Tahun 2019 adalah kehormatan dan kabanggaan yang tidak dapat dinilai dengan apapun sekaligus menjadi amal ibadah yang akan mendapatkan balasan paha dari Tuhan Yang Maha Esa bila dilaksanakan dengan tulus ikhlas, jalin sinergitas antara unsur pemerintah, TNI-Polri, dan seluruh komponen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan kelancaran pelaksanaan tugas, segera kenali, cari, temukan dan atasi serta netralisir potensi kerawanan agar tidak berkembang dan mengganggu penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku terhadap pihak-pihak yang mencoba mengganggu kelancaran Pemilu Serentak Tahun 2019, Babinsa dan Bhabinkamtibmas harus mampu ikut serta menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan menyebarnya berita-berita hoax serta menguatnya politik identitas yang dapat menggerus disintegrasi bangsa, dan inventalisir dan berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda serta tokoh masyarakat untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya dengan aman, pintanya.