Dinas Pertanian Kab.Bima Diduga Salurkan Bibit Jagung Tidak Berkwalitas, APPP Tambora Adukan Ke Dewan


Ketua APPP Tambora saat diwawancara oleh media
Bima, Bimabangkit.com,-  puluhan pemuda Kecamatan Tambora yang mengatas namakan Aliansi Pemuda pemerhati Petani ( APPP)  mendatngi kediaman Rafidin S.Sos,  anggota DPRD Kabupaten Bima dalan rangka menyampaikan aspirasi warga masyarakat Kecamatan Tambora Pada umumnya tentang adanya dugaan Oknum Dinas menyalurkan Bibit Jagung tidak berkwalitas dan kelompok fiktif -fiktif.

Aspirasi masyarakat tersebut diterima langsung oleh Rafidin S.Sos Anggota DPRD Kabupaten Bima duta dari PAN  di kediamannya Senin 21/10/2019.

Ketua APPP Kecamatan Tambora  Restu menyampaikan  bahwa warga  petani di kecamatan Tambor dihadapkan dengan sebuah persoalan bantuan bibi jagung, yang selama ini pihak Dinas pertanian Kabupaten Bima menyalurkan bantuan bibit jagung tidak sesuai dengan kondisi wilayah pertanian di Kecamatan Tambor pada umumnya sehingga warga petani dirugikan akibat tindakan oknum Dinas tidak berpihak pada rakyat.

Seperti yang terjadi pada tahun 2017-2018 kemarin Dinas Pertanian Kabupaten Bima memaksa kehendak menyalurkan bantuan  bibit jagung tidak berkwalitas melalui UPTD pertanian ke Kelampok tani, berlabel Pramium  P-199, hal itu tidak sesuai dengan kebutuhan warga petani, yang seharusnya bibit yang dibutuhkan oleh warga sesuai dengan kondisi lahan pertanian adalah bibit jagung bisi 18 dan bisi 2 ungkap ungkap Restu dihadapan media dan anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin S.Sos, duta PAN.

Ia juga  mengharapkan kepada Rafidin bersama Dedy selaku anggota DPRD Kabupaten Bima daerah pemilihan dapil III Donggo, Soromandi, Sanggar dan Tambora untuk mencari selusinya agar bantuan bibit jagung primium p-199 tidak lagi disalurkan di warga petani kecamatan Tambora karena hasil pane selama ini petani selalu dirugikan, warga petani Kecamatan Tambora membutuhkan bibit yang berkwalitas harapnya.

Dikatakanya seharus pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas terkait melakukan survey dulu lokasi secara teknis tentang lahan pertanian untuk di tanam bibit jagung yang berkwalitas sesuai dengan kondisi wilayah masing masing di Kabupaten Bima baru bisa menyalurkan bantuan bibit tersebut, jangan memaksa kehendak untuk menyalurkan bibit jagung di kelompok tani yang tidak berkwalitas sehingga akhirnya merugikan petani, jika Dinas terkait tetap memaksa menyalurkan bantuan bibit itu lagi di tahun 2019 ini kami tidak mau menerima katanya.

Selain itu juga  Restu, paparkan sejumlah Kelompok  tani Jagung banyak yang fiktif - fiktif dan UPTD pertanian Kec.Tambora dan Pemerintah desa setempat tidak ada transparansinya tentang penyaluran  bibit jagung selama ini, jadi kuat dugaan kami ada kospirasi jahat dalam hal itu paparannya.

Oleh karna itu kami minta kepada anggota DPRD Kabupaten Bima daerah pemilihan  dapil III yakni Rafidin S.Sos dan Dedy, agar mengusut tuntas kasus Bibit Jagung dan Kelompok Fiktif yang ada di Kecamatan Tambora. Karena kedua DRPD yang baru dilantik ini, kami percaya dan akan membongkar mafia di Dinas Pertanian dan UPT di Kecamatan Tambora ujarnya.

Masih kata Restu, bahwa sistim pengusulan kelompok tani yang dilakukan oleh KUPT Pertanian Kecamatan Tambora bukan berdasarkan  SK Kelompok Tani yang dikeluarkan oleh Kepala desa setempat nama KUPT lakukan jika warga menyetor uang Rp. 500 ribu untuk membuka buku rekening kelompok itulah yang bisa menjadi ketua Kelompok Tani sehingga penyaluran bantuan  bibit jagung tidak tepat sasarannya.

Yang lebih parah lagi semua penyaluran bantuan bibit kelompok tani selalu diatur oleh KUPTD pertanian hal ini merupakan tindakan diluar wewenangnya ujarnya.

Duta PAN Rafidin S.Sos, Anggota DPRD Kabupaten Bima
Pada kesempatan itu anggota DPRD Kabupaten Bima Rafidin S.Sos  menanggapi dengan serius, aspirasi sejumlah pemuda Tambora tersebut, ia berjanji akan menanyakan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bima terkait bibit jagung premium yang bermasalah ini dan kelompok tani yang diduga fiktif fiktf  itu tentang kejelasan statusnya dalam kelompok janjinya.

Rafidin merupakan mantan Pimpinan Redaksi Koran Stabilitas, yang berhasil berlaga dipentas politik legislatif kabupatan Bima tahun 2019 duta PAN sehingga dipercaya oleh rakyat menduduki kursi dewa masa bahkti 2019- 2023.

Saat ini  Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk, maka kami belum bisa berbuat apa-apa. Bila AKD sudah terbentuk kami akan panggil Dinas terkait untuk dimintai tanggapan terkait bibit jagung dan kelompok tani yang diduga  fiktif tersebut ucapnya.

Sementara itu kepala Dinas pertanian melalui Kabid Ketahanan Pangan Mansyur, saat sejumlah media mendatangi ruangannya sekitar pukul 14.00 wita untuk di minta tanggapannya Kabid tersebut tidak ada di tempat bahkan pintu ruangan ditutup hingga berita ini di turunkan.( BB,-01).

Komentar

Postingan Populer