Oknum Guru SMAN 1 Sape di Duga Eksploitasi Anak Demo Sekolah


Guru bersama sejumlah siswa SMAN 1 Sape Demo Kepala Sekolah.
Bima, Bimabangkit.com, Guru bersama siswa dibawah umur melakukan demo sekolah merupakan bentuk ekspoitasi anak  hal itu yang dilakukan oleh Oknum guru yang  terjadi di SMAN 1 Sape Kabupaten Bima, dengan tuntutan sebagai berikut yaitu Siswa tidak setuju sekolah hari Minggu, Tidak menerima guru guru dimutasi dan menuntut fasilitasi belajar yang nyaman terutama meja kursi, aksi demo tersebut berlangsung di halaman Sekolah pada Rabu (22/1/2020) pukul 10.15 wita. 

Dengan adanya tuntutan guru betsama siswa tersebut, Kepala SMAN 1 Sape Jhon Hermansyah S.Pd.MPd,  dengan tegas membantah, dalam tuntutan sekolah hari Minggu dan tidak terima mutasi guru yang disampaikan oleh oknum guru bersama siswa tersebut adalah tidak benar dan itu fitnah, sementara sekolah kata jon, masih membutuhkan tegana  guru. Dan mengenai pengusulan mutasi guru maupun kepsek seutuhnya menjadi kewenangan Dinas terkait di Provinsi NTB.

Kemudian kaitan dengan tuntutan fasilitas belajar terutama meja dan kursi, kami telah melakukan  pengadaan dan perbaikan karena itu  merupakan program prioritas kami dan telah  terbukti sudah  ratusan unit mebler kebutuhan siswa diadakan oleh sekolah dan program tersebut  sudag menjadi program yang bersifatnya  berkelanjutan karena  untuk memenuhi kebutuhan 1000an, org siswa, lagi pula  pengadaannya tidak bisa dilakukan sekaligus dan untuk tahun 2020 ini kita sudah anggarkan ratusan unit  meja dan kursi lagi. Terang kepsek.

Secara terpisah Wakasek kesiswaan Muslimin S,Ag menyatakan, bahwa tuntutan demo tersebut tidak masuk akal dan waktu aksi pun hanya 15 menit ,saat jam istrahat terjadi secara spontanitas.

Ini bukan demo dari siswa, karena tidak ada siswa yang pegang mikrofon dan yang pegang mikrofon adalah salah satu oknum guru yang diduga kecewa karena tidak lagi dipake sebagai pembina Imtak karena dinilai kurang maksimal dalam melaksanakan tugas katanya.

Bahwa Beberapa waktu lalu ada pengawas pembina dari Kemenag yang datang melakukan monitoring sempat menguji siswa kami kaitan dengan bacaan sholat namun nyatanya saat itu masih banyak siswa yang tidak menguasai bacaan sholat  padahal sekolah selama 2 tahun sudah memprogramkan pembinaan Al-Qur'an khusus menangani siswa -siswa yang tidak bisa membaca dan  tulis Al-Qur'an.

Oleh karena demikian, kepala sekolah melakukan menyegaran dengan mengganti pembina dengan harapan kegiatan pembinaan tepat sasaran dan berhasil menuntaskan program pengentasan buta huruf baca dan tulis alqur'an dan menjadi ciri bagi tamatan  SMAN 1 Sape sehingga menjadi salah satu program strategis kami ungkap Muslim Pada media ini.

Sementara ditempat terpusag Ketua komite  SMAN 1 Sape Firdaus SH.MH sangat menyanyangkan adanya aksi dilakukan oleh oknum guru dan siswa tersebu, karena sangat  mencoreng nama lembaga pendidikan,  khususnya di Kecamatan Sape  ujarnya.

Menurutnya,'Keterlibatan siswa ini ,dicurigai adanya ajakan dari oknum guru ,sesuai hasil proses kita terhadap salah satu siswa yang mengakui"diajak oleh guru.tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim media ini  diketahui bahwa oknum guru yang melakukan orasi  tersebut saat ini sedang ikut seleksi calon kepala sekolah. ( BB,-01).

Komentar

Postingan Populer