Penyidik PPNS Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Sumbawa limpahkan Perkara Tindak Pidana Kepabeanan di Kejari Sumbawa


Tersangka MT limpahkan di kejati Sumbawa 
Sumbawa, Bimabangkit.com,- Kejaksaan Negeri Sumbawa telah menerima pelimpahan tersangka berinisial MT dalam Kasus perkara tindak pidana Kepabaenan oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil ( PPNS) yang bertugas sebagi penyidik Kantor pengawas dan pelayanan Bea dan cukai Kabupaten Sumbawa berdasarkan pasal 1 angka 5 PP No. 43 Tahun 2012. Pelimpahan tersebut berlangsung pada Senin 21/1/2020. 


Atas hasil penindakan impor pakaian bekas yang tidak sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.


Juru bicara Kejati NTB Dedy Irawan SH.MH. menyampaikan bahwa berdasarkan informasi dari intelijen  yang didapat, oleh  tim Penindakan Bea dan Cukai Sumbawa bekerja sama dengan tim Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT, Sat Polairud Polres Sumbawa, dan Anggota Subdenpom IX-2/Sumbawa untuk melakukan kegiatan operasi patroli bersama dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan impor pakaian bekas yang berasal dari Pelabuhan Dili, Timor Leste menuju Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa ucapnya.

Dijelaskannya kasus tersebut berawal dari  tersangka muat Pakaian Bekas diangkut dari Pelabuhan Dili, Timor Leste
dengan menggunakan sarana pengangkut KLM. RAHMAT ILLAHI yang di nahkodai oleh Muh Tahir menuju Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa. Saat kapal tersebut melintas di perairan sekitar Pulau Keramat pada Rabu, 20 November 2019 sekitar pukul 16.20 WITA, sarana pengangkut tersebut ditegah oleh Tim Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP
C Sumbawa karena diduga mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes Jelasnya.

Lanjut, Kemudian terhadap sarana pengangkut dilakukan pemeriksaan dan kedapatan bahwa benar sarana pengangkut mengangkut pakaian bekas untuk dibawa ke Desa Labuhan Burung dari Dili, Timor Leste tanpa dilengkapi dokumen Pemberitahuan Impor Barang.

Guna memudahkan pembongkaran dan pencacahan muatan, selanjutnya sarana pengangkut KLM. RAHMAT
ILLAHI dibawa ke Pelabuhan Badas, Sumbawa 

Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dan pencacahan terhadap muatan sarana pengangkut KLM. RAHMAT ILLAHI, diperoleh barang bukti berupa pakaian bekas berjumlah kurang lebih 500 karung dengan nilai barang diperkirakan sekitar Rp 250.000,000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) dan potensi kerugian negara diperkirakan sekitar Rp 146.562.500,00 (seratus empat puluh enam juta lima ratus enam puluh dua ribu lima ratus rupiah). Terhadap barang bukti tersebut diserahkan untuk disimpan di RUPBASAN (Rumah Penyimpanan Benda Sitaan) Negara Kelas Il Sumbawa ujarnya.

Adapun awak Kapal pada sarana pengangkut KLM. RAHMAT
ILLAHI berjumlah 9 orang dimana kegiatan sarana pengangkut KLM. RAHMAT ILLAHI tersebut merupakan pelanggaran di bidang kepabeanan dan dapat dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 huruf a Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan yang berbunyi: "Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7A ayat (2) dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah) terangnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga
melanggar Peraturan
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor: 51/M- DAG/PER/7/2015 tanggal 09 Juli 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas Pasal 2, pakaian bekas dilarang untuk diimpor ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk penyelesaian atas pelanggaran tersebut, Tim Penyidik Bea & Cukai Sumbawa melakukan serangkaian kegiatan penyidikan mulai dari tanggal 21 November 2019-06 Januari 2020, dan telah diberitahukan kepada Kejaksaan Neger Sumbawa dan Korwas PPNS Polres Sumbawa sesuai dengan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyicikan (PDP) nomor: SPDP
01/WBC. 13/KPP MP.04/2019 tanggal 22 November 2019. Kemudian telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu Muh Tahir selaku Nakhoda kapal telah ditahan di rumah tahan polda NTB titipan kejaksaan Negeri Sumbawa.

Keberhasilan penindakan terhadap penyelundupan impor pakaian bekas tersebut merupakan hasil sinergitas antara Bea & Cukai dengan Aparat Penegak Hukum, yaitu Kejaksaan Negeri Sumbawa, Kepolisian Resor Sumbawa, Subdenpom IX-2/Sumbawa, dan Kodim 1607 hal itu disampaikan oleh Jubir Kejati NTB, Dedy Irawan SH.MH pada media ini. ( BB,-01).

Komentar

Postingan Populer