Aruji, Mengenang Masa Kepemimpinan H. Syaifurrahman, Masih Dirindukan
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Aruji, Mengenang Masa Kepemimpinan H. Syaifurrahman, Masih Dirindukan

Bimabangkit.info
Senin, 22 Juni 2020

Kepemimpinan H. Syaifurrahman Salman, SE,  Masih Dirindukan Masyarakat Dompu
Dompu, Info Bima - Jejak kepemimpinan mantan Bupati Dompu, Syaifurrahman Salman, SE, semasa menjabat sebagai Bupati Dompu kini masih dirindukan masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu. Demikian pernyataan salah seorang Aktivis Dompu Aruji, SH, kepada media ini. Selasa (23/6/20).

Pasalnya, program unggulan Pendidikan gratis dan Kesehatan gratis yang menjadi ikon kepemimpinan Syaiful mampu menciptakan masyarakat hidup sejahtera dimasa itu.

Dikatakan Aruji, memang, dinamika politik daerah itu hal yang biasa dengan saling adu ide dan gagasan terhadap arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi satu hal yang kami sepakat sebagai regenerasi dalam program unggul H. Syaifurrahman, adalah pendidikan gratis dan kesehatan gratis, karena menurutnya penyelenggarakan pendidikan gratis dan kesehatan gratis itu merupakan salah satu pelayanan negara kepada rakyat.

"Arah kebijakan calon kepala daerah akan menjadi penentu dalam mengimbangi ekonomi masyarakat dompu dan indeks pendapatan masyarakat" ungkapnya.

Program prioritas H. Syaifurrahman Salman, S.E, adalah bagian dari amanah yang di perintah dalam konstitusi, dimana perintah konstitusi di pasal 31 Ayat 2 UUD 1945. Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dan pemerintah wajib membiayainya, karena setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pendidikan tanpa terkecuali.

Berhubungan dengan kesehatan gratis masyarakat, menurut Aruji, dimana dalam pasal 28H dinyatakan: Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

"Ketika teman wartawan atau media mempertanyakan apakah APBD pro rakyat atau tidak, menurut hemat saya bahwa APBD selama 10 tahun hanya pro kepada pembangunan saja, atau hanya berorentasi pada pembangunan fisik, yang pada intinya tidak pro rakyat".

"Tugas kami sebagai regenerasi adalah mendorong calon pemimpin yang pro rakyat bukan pro terhadap kepentingan perorangan atau kelompok, tetapi kepentingan masyarakat dompu pada umunya" terang Aruji.(IB.Din)