Ribuan Massa FPB Gelar Aksi Damai di Polres Bima Kota, Minta Tangkap Para Pelaku Pelecehan Simbol Negara RI



Massa FPB orasi di depan Polres Bima Kota

  
Kota Bima, Bimabangkit.Info, -  Sebanyak Kurang lebih 1.500 orang warga maasyarakat Kota Bima yang tergabung dalam Forum Peduli Bima (FPB Kota Bima), melakukan aksi  damai di kantor Polres Bima Kota  sebagai bentuk solidaritas terdahap tindakan pelecehan  bendera merah putih sebagai simbol negara RI yang dilakukan oleh para  oknum pendemo yang tergabung dalam  Front Masyarakat Peduli Transparansi ( FMPT) yang melakukan aksi anarkis di kediaman Walikota Bima Jumat 18Juni 2020 kemarin seperti yang diberitakan sejumlah media sebelumnya baik media cetak, online dan media Televisi.


Selain  aksi di Polres Bima Kota  massa  FPB juga  melakukan aksi di Kantor DPRD Kota Bima dan Kantor Walikota Bima dipantau langsung media ini Rabu 24/6/2020.



Dari ribuan massa tersebut  datang dari berbagai kelurahan di Kota Bima  menggunakan puluhan mobil pick up dan ratusan sepada motor padati ruang jalan menuju DRPD kota bima, Pemkot bima dan Kapolres bima kota.

Aksi tersebut diawali dengan  menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, bendera merah putih sambil berjalan menuju beberapa tempat yang di demo tersebut.

Di depan kantor Polres Bima Kota massa aksi menyampaikan pernyataan sikapnya membela Bendera merah putih karena itu merupakan pilar terdepan yang menjaga keutuhan NKRI, dengan tuntutan meminta pihak kepolisian untuk menangkap, mengadili dan menghukum  para penanggung jawab Aksi buang bendera merah putih di kediaman Walikota Bima, dan juga untuk mengungkap para aktor dibalik pergerakan anarkis dan buaang simbol negara RI di kediaman Walikota Bima tersebut.

Karena mereka adalah penghianat negara tentu sudah sepantasnya mendapat hukuman seberat beratnya sesuai dengan perbuatannya hal tersebut disampaikan oleh Korlap Sahbudin S.Ag, Aktivis senior alumni Makassar.



Bahwa aksi pelecehan simnol negara tersebut yang dilakukan oleh massa Front Masyarakat Peduli Transparansi ( FMPT)  Kota Bima, telah melanggar ketentuan pidana pasal 154a KUHP, melanggar UU Nomor 14 tahun 2009 pasal 24, dan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1958.terangnya.

Oleh karna itu kepolisian tidak boleh lemah dalam menegakkan supremasi hukum. Jika tidak serius dalam menangani kasus ini, maka kami meminta kapolda NTB dan Kapolri untuk segera mencopot Kapolres Bima Kota," tegas  Syahbuddin.

Kami dari FPB kota Bima memberikan tenggat waktu 1x24 Jam kepada pihak aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan Hukum sesuai tuntutan Kami, dan apabila tidak segera di laksanakan maka, tidak menutup kemungkinan Masyarakat Kota akan mengambil tindakan sendiri yang menurut kami benar tegasnya.


Aksi tersebut berakhir setelah 5 orang perwakilan beraudiensi dengan Kepolisian. Perwakilan massa pun diterima langsung Kasat Reskrim Polres Bima Kota, Iptu Hilmi Manossoh Prayugo di Ruangan Intelkam Polres Bima Kota.


Sementara itu Kasat Reskrim Polres Bima Iptu Hilmi Manossoh Pyayugo dihadapan massa aksi menjelaskan, kasus tersebut sudah masuk laporannya pada pihak penyidik Pidana Umum (Pidum) pada Jumat (19/6/2020) pasca sehari kejadian.

Dalam proses pengungkapan pelaku, Polres Bima Kota telah memeriksa 8 orang saksi baik dari massa FMPT Kota Bima maupun dari saksi mata yang berada di lokasi kejadian aksi buang bendera merah putih di kediaman Walikota Bima jelas Hilmi.

Pada kesempatan itu juga Hilmi berpesan kepada  massa aksi agar memberikan kepercayaan penuh terhadapat pihak Kepolisian dalam menuntaskan beberapa kasus yang sebelumnya telah dilaporkan langsung oleh pelapor dari Warga dan Wali Kota Bima melalui Kuasa Hukumnya.( BB,-Anwar).














 

Komentar

Postingan Populer