Kasus Pelecehan Bendera Merah Putih Penyidik Reskrim Polres Bima Kota Sudah Tetapkan Satu Orang Tersangka


Kuasa Hukum Pelapor, Mochammad Casman SH.

Kota Bima, Bimabangkit.Info  - Kasus pelecehan Bendera Merah Putih  yang di laporkan oleh H.Muhammad Lutfi SE, melalui Kuasa Hukumnya,  Mochammad Casman, S. SH di Polres Bima Kota  pada bulan Juni lalu dengan Surat Laporan Nomor: LP/K/165/VII/2020/NTB/ResBima Kota.

Penyidik reskrim Polres Bima Kota  sudah tetapkan satu orang tersangka pada tanggal 21Juli 2020. Hal itu dilakukan  berdasarkan  Surat penetapan Tersangka dengan  Nomor: S.Twp/96/VII/2020/Reskrim.

Adapun identitas Tersangka
Nama: Usman Alias Boman
Umur: 41 Tahun
Jenis Kelamin: Laki Laki
Kebangsaan: Indonesia
Agama: Islam
Pekerjaan: wiraswasta
pendidikan: SMA
Alamat: Jalan Ir.Soetami RT.002 RW 001 Kel.Rabadompu Barat Kecamatan  Raba Kota Bima.

Pelecehan Bendera tersebut yang dilakukan oleh para Demonstrasi Forum peduli Transparansi Kota Bima yang terjadi di kediaman H.Muhammad Lutfi SE, Walikota Bima berlokasi di Rt.01 Rw.01 Kelurahan Rabadompu  Kecamatan Raba Kota Bima  Pada tanggal 18 Juni 2020 sekitar jam 11.30 wita. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum pelapor Chasman, SH, Kamis 23/7/2020.

Penetapan Tersangka ini adalah merupakan hasil kerja maksimal dari penyidik Polres Kota Bima yg mana setelah penetapan satu orang tersangka ini akan ada pengembangan penyidikan dan tidak menutup kemungkinan akan ada dugaan tersangka penganiayaan dan pengrusakan Mobil pada tahapan penyidikan berikutnya. Apalagi ada dugaan keterlibatan Penanggungjawab atau perangkat demo pada saat terjadinya Insiden jelas Chasman pada media ini.

Lanjut, Kami selaku Kuasa Hukum Pelapor menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja yg sangat serius dari Para Penyidik reskrim Polres Kota Bima, apalagi ini menyangkut kehormatan bendera  Merah Putih merupakan kebanggaan seluruh warga Negara Republik Indonesia. 

Insya Allah Besok tanggal 24 Juli 2020 penyidik resktim Polres Bima Kota akan memanggil tersangka sekaligus akan dilakukan Penahanan ucap  Chasman.

Sedangkan pasal yang dikenakan dalam kasus tersebut yaitu:
Pasal 66 Undang-Undang Nomor 24 tahun 2009 tentang Lambang Negara RI.
Dengan ancaman Hukuman 5 tahun Penjara atau Denda paling banyak 500.000.000 terangnya.( BB,-01).








Komentar

Postingan Populer