Keluarga Korban Pembunuhan Sadis Desa O'o, Polisi Diminta Ungkap Pelaku Lain
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Keluarga Korban Pembunuhan Sadis Desa O'o, Polisi Diminta Ungkap Pelaku Lain

Bimabangkit.info
Senin, 13 Juli 2020

Aksi Massa, Keluarga Korban Pembunuhan Sadis Didepan Kantor Kepolisian Polres Dompu
Dompu, Info Bima - Aliansi Masyarakat Perduli Korban Pembunuhan Sadis Desa O'o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Senin (13/7/20) menggelar aksi unjuk rasa didepan Mapolres Dompu. Mereka mendesak Kepolisian Polres Dompu untuk mengungkap tersangka lain atas kasus pembunuhan terjadi di Desa Mangge Asi beberapa bulan lalu.

Massa menduga pembunuhan itu terjadi dilakukan secara berencana oleh keluarga pelaku Syarifuddin, karena pada saat kejadian pembunuhan semua anggota keluarga pelaku berada di TKP. Untuk itu Polisi diminta agar menangkap terduga pelaku lain itu karena diduga terlibat pada aksi pembunuhan.

"Kami sebagai keluarga korban menduga kuat bahwa pembunuhan itu dilakukan oleh sekelompok keluarga pelaku secara terencana, karena pada saat kejadian pembunuhan anggota keluarga pelaku semua berada di TKP" ungkap Nasrullah, adik korban saat melakukan orasi.

Nasrullah menegaskan juga, Jika kejadian ini diawali dengan dendam lama, atas percobaan pembunuhan oleh pelaku yang sama pada tahun 2018 lalu, ia mengaku pernah dikejar oleh pelaku menggunakan parang, dan kejadian itupun telah dilaporkan ke Polsek Dompu oleh adik korban namun hingga saat ini laporan itu tidak ada kejelasan.

"Kita sudah laporkan kejadian itu ke Polsek Dompu, namun saat itu pihak kepolisian tidak menangani secara serius atas laporan itu sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, itu semua adalah rentetan persoalan yang mengarah pada pembunuhan berencana" Pungkas Nasrullah.

Dalam aksi unjuk rasa ini melibatkan estimasi massa 50 orang yang terdiri dari kaum pria dan wanita dengan tiga Orator, antara lain Rahma Fauzi, Epen Mangge Na,e dan Idhar Sekapi.
Aksi unjuk rasa berlangsung dikawal ketat oleh anggota Kepolisian Polres Dompu, usai melakukan orasi massa diminta untuk melakukan dialog dan berlangsung di Aula rapat Polres Dompu.

Pada ruang rapat, massa ditemui oleh Wakapolres Dompu Kompol I Nyoman Adi Kurniawan SH, didampingi Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivand Roland Cristofel, STK.

Wakapolres menyampaikan kepada keluarga korban supaya tidak langsung terima dengan informasi yang yang beredar. Kalaupun ada informasi yang diterima, disarankan untuk mengadukan kepada pihak pinyidik agar terhindarkan dari segala fitnah yang ada.

Diwaktu yang sama Kasat Reskrim polres Dompu IPTU Ivand Roland Cristofel, STK juga menyampaikan. Dirinya mengaku bahwa penyidikan ini terkendala dengan keterangan saksi yang benar-benar melihat kejadian ini.

"Jadi, saksi itu adalah orang-orang yang benar melihat sesuatu peristiwa pembunuhan itu terjadi, kalau hanya mendengar katany-katanya saja itu tidak bisa diterima.." katanya.

Dijelaskan Kasat Reskrim, untuk mengetahui secara pasti kejadian pembunuhan ini keluarga korban diharapkan untuk bersabar sambil menunggu rekonstruksi pembunuhan terjadi dalam waktu dekat.
"Nanti kita akan lakukan rekonstruksi kejadiannya, dan dilaksanakan di lapangan Polres untuk menghindar hal yang tidak diinginkan, kita akan mengundang beberapa pihak keluarga yang benar-benar dekat dengan korban. Setelah dilakukan rekonstruksi nanti kita akan tau siapa saja dibalik pembunuhan itu" ungkapnya.(IB.Din)