Kelurahan Potu Didorong Menjadi Kampung Restorasi Nasdem
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kelurahan Potu Didorong Menjadi Kampung Restorasi Nasdem

Bimabangkit.info
Sabtu, 04 Juli 2020

Gerakan Perubahan Partai NasDem Membangun Kampung Restorasi
Dompu, Info Bima - Melalui hasil Reses Tahap I Anggota DPRD Kabupaten Dompu Ir. Muttakun dari Fraksi Partai NasDem yang sebelumnya juga mantan Caleg 57 dia telah menampung berbagai inisiasi dan aspirasi masyarakat yang mengusulkan adanya kampung kreatif seperti Kampung Budaya, Kampung Kuliner, Kampung Anti Narkoba, Kampung Wisata, Kampung Pelangi, Kampung Wirausaha. Atas usulan masyarakat dia telah membentuk Kampung Kreatif pada Reses Tahap I yang dilaksanakan pada 26 Februari s/d 2 Maret 2020.

"insya allah dengan jabatan dan kekuasaan dalam melaksanakan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan yang saat ini saya miliki sebagai anggota DPRD Kabupaten Dompu dari Partai NasDem, Kampung Kreatif yang diusulkan oleh masyarakat pada Reses Tahap I akan dikawal hingga menjadi Program dan Kegiatan dari OPD dan Dinas terkait yang mendapat pendanaan melalui APBD 2021" imbuhnya.

Partai NasDem memiliki slogan Restorasi yang selalu disuarakan selama ini, maka dengan menuju Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang, mantan Caleg 57 telah berkomunikasi dengan Lurah Potu dan menyampaikan gagasan agar masyarakat di Kelurahan Potu dapat bersama-sama menginisiasi untuk mendorong lahirnya Kampung Restorasi, dimana Kampung Restorasi ini supaya segala sikap, prilaku dan tindakan bahkan kebijakan harus mampu dilahirkan guna mengembalikan dan memulihkan serta memperbaiki sesuatu ke kondisi awal (kearifan lokal dan budaya) dari kehidupan masyarakat yang belum terpengaruh oleh dampak adanya modernisasi yang mengubah dan merusak sikap, perilaku dan tindakan individu serta kelompok masyarakat termasuk warga masyarakat yang ada di kelurahan Potu.

Konsep Kampung Restorasi merupakan upaya bertahap yang akan dilakukan oleh seluruh stakeholder baik di pemerintah pusat, pemerintah propinsi maupun pemkab dan pemerintah kelurahan hingga pada basis RT dan seluruh warga masyarakat, yang diharapkan mendapat dukungan dan kebijakan politik dari Fraksi Partai NasDem serta pengawalan langsung oleh Mantan Caleg 57 yang notabene adalah putra asli kelurahan Potu.

Di samping itu, restorasi sebagai konsep yang akan diwujudkan di Kampung Restorasi Kelurahan Potu, adalah gerakan memulihkan, mengembalikan, serta memajukan fungsi pemerintahan di tingkat kelurahan Potu (pemerintah kelurahan) atas cita-cita Proklamasi 1945.

Yang menjadi obyek restorasi di kampug restorasi ini adalah sektor dan bidang kehidupan yang telah mengalami perubahan tidak baik yang menyimpang dari tradisi, budaya dan norma agama maupun norma negara yang berdampak pada proses kehancuran peradaban (budaya, agama dan sosial kemasyarakatan) serta munculnya berbagai pelanggaran dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

Dengan demikian akan lahir program dan kegiatan restorasi pada Kampung Restorasi sesuai obyek restorasi sebagai konsekwensi dari harapan untuk mengembalikan, memulihkan serta memperbaiki kondisi awal (kearifan lokal dan budaya) dari kehidupan masyarakat.

Pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 diharapkan menjadi momentum emas untuk melakukan gerakan restorasi dengan masyarakat Kelurahan Potu yang diharapkan mereka tidak menentukan pilihan politik hanya karena adanya pemberian sejumlah uang oleh Calon Bupati dan Wakil Bupati yang ikut dalam kontestasi pilkada.

"Sehubungan hasil diskusi awal dengan Lurah Potu, tawaran dan sosialisasi konsep Kampung Restorasi ini akan segera disampaikan bersamaan dengan acara musyawarah kelurahan, yang dihajatkan untuk melakukan revitalisasi pengurus Karang Taruna La Mbesi Poro Kelurahan Potu, dan musyawarahnya akan diagendakan pada 2 minggu kedepan" ungkapnya.

Di samping Pengurus PKK, Kepala Lingkungan, Ketua RT, Pengurus LPM, Toga, Toma dan Toda maka akan juga diundang Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, Danramil, Kapolsek serta KPU dan Bawaslu, sebagai wujud komitmen dan konsistensi dalam mendorong dan menginisiasi program Kampung Restorasi, maka saya akan meminta diri dalam forum musyawarah kelurahan untuk langsung menjadi Ketua Pokja Kampung Restorasi yang akan memimpin restorasi di Kampung Restorasi kelurahan Potu nanti.

"Semoga Kampung Restorasi akan lahir di Dompu yang diawali di Kelurahan Potu tempat dimana saya tumbuh dan berkembang serta dibesarkan oleh lingkungan dan masyarakat Potu yang dibuktikan dengan memberikan dukungan suara paling tinggi di banding kelurahan dan desa lain yang ada di Dapil I (Kecamatan Dompu, Kecamatan Pajo dan Kecamatan Hu’u) pada Pileg tanggal 17 April 2019" imbuhnya.

Restorasi untuk meniadakan politik uang dalam pelaksanaan pilkada memang akan terasa sulit, namun jika tidak ada semangat dan inisiatif untuk memulai membangun gerakan yaitu mengembalikan, memulihkan serta memperbaiki sesuatu ke kondisi awal yang belum terpengaruh oleh adanya politik uang dalam pelaksanaan pilkada maka selamanya kita tidak akan pernah bisa merubah keadaan yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Saatnya masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Potu untuk melakukan gerakan restorasi hingga menjadikan kelurahan Potu  mampu mewujudkan Kampung Restorasi. Restorasi meniadakan politik uang, restorasi dalam kehidupan bermasyarakat sebagai dampak buruk atas dampak modernisasi, retorasi atas sikap dan perilaku serta tindakan yang menyimpang dari aturan agama dan aturan Negara.

Jika prakondisi terutama kesediaan masyarakat Kelurahan Potu dalam mewujudkan Kampung Restorasi mendapat dukungan seluruh masyarakat Potu dan juga mendapat dukungan dari pemerintahan daerah serta Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan, maka diharapkan Bapak Restorasi Surya Paloh akan diundang untuk datang di Dompu sekaligus mengajak Menteri Kehutanan RI dan Menteri Pertanian RI yang notabene adalah kader NasDem untuk hadir meresmikan Kampung Restorasi di Kelurahan Potu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu, juga Kelurahan Potu akan diusulkan kepada Bapak Surya Paloh agar ditetapkan sebagai model Kampung Restorasi Pertama di Indonesia, tentu saja harus mendapat dukungan langsung dari DPP Partai NasDem.

"Mari bersama mewujudkan Kampung Restorasi di Kelurahan Potu. Kami siap memimpin Kampung Restorasi.
Restorasi harus dimulai dari sekarang.
Mulai dari diri kita…
Mulai dari yang kecil-kecil…
Mulai dari lingkungan sekitar…

Bersama NasDem Kita Bisa…
Kita Bisa Bersama NasDem…
Untuk Mewujudkan Kampung Restorasi" katanya.(IB.Din)