Misteri Kematian H. Muhammad Yakub Terungkap, Ini Kronologisnya
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Misteri Kematian H. Muhammad Yakub Terungkap, Ini Kronologisnya

Bimabangkit.info
Senin, 20 Juli 2020

Kematian H. Muhammad Yakub Terungkap, Dua Pelaku yang Dicurigai Telah Ditangkap
Dompu, Info Bima - Satuan Reskirm Polres Dompu sukses mengungkap tabir kematian H. Muhammad Yakub lelaki 67 tahun, pensiunan PNS asal Dusun Wera, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu.

Misteri kematian H. Muhammad Yakub ini dicurigai pihak keluarga ada indikasi unsur pembunuhan, dari itu, sejak awal ditemukan mayat H. Muhammad Yakub pada rabu 15 Juli pukul 17.45 wita pihak keluarga langsung melaporkan kematian itu sesuai dengan Laporan Polisi Nomor : LP / 295 / VII / 2020 / NTB / SPKT / Res. Dompu, tgl 15 Juli 2020.

Menyikapi adanya laporan terkait kejadian tersebut Kasat Reskrim Polres Dompu IPTU Ivand Roland Cristofel, S.T.K  memerintahkan tim identifikasi dan penyidik/penyidik pembantu untuk segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengecekan kondisi mayat serta melakukan pemeriksaan saksi saksi.

Dari hasil pengecekan yang dilakukan tim identifikasi menemukan kejanggalan pada kematian H. Muhammad Yakub karena adanya beberapa luka yang terdapat disekitar bagian leher dan tangan kanan korban sehingga semakin menguatkan dugaan pihak penyidik tentang kejanggalan kematian korban. Maka dari itu pihak keluarga korbanpun meminta pihak kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan secara otopsi

Pada hari jumat 17 Juli 2020 tim dokter ahli forensik melakukan pemeriksaan (otopsi) terhadap mayat korban dan mereka menemukan fakta mengenai penyebab kematian korban, sehingga atas temuan tersebut Kasat Reskrim membentuk tim untuk mengungkap kejadian itu.

Kerja keras anggota reskrim dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan dalam mengungkap pelaku dibalik kematian H. Muhammad Yakub terus dilakukan hingga membuahkan hasil. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan penyidikan didapatkan dua nama yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan.

Pelaku yang dicurigai masing-masing berinisial SHD 44 tahun asal Dusun Ragi, Desa Mbawi, Kecamatan Dompu. Dan ARS 50 tahun asal Dusun Dorebara Utara, Desa Dorebara, Kecamatan Dompu.

Munculnya dua nama ini disesuaikan keterangan beberapa saksi yang mengarah dan menguatkan, yaitu saksi  yang berada atau mengetahui pada hari kejadian meninggalnya korban, dan penyidik memperoleh adanya kesesuaian alat bukti.

Menurut keterangan saksi yang melihat dan mengetahui, pada hari Rabu tgl 15 Juli 2020, pukul 14.15 wita, antara pelaku SHD dan korban sebelumnya sempat cekcok mulut terkait dengan masalah irigasi/pembagian air yang mengaliri tanah sawah milik korban dan SHD.

Pelaku SHD merasa kesal lantaran korban dianggap selalu ingin menang sendiri, untuk kebutuhan air mengaliri tanah sawah korban
 tidak pernah membagikan kepada orang lain, sehingga timbul niat SHD untuk melakukan penganiayaan.

Menurut Paur Humas Polres Dompu AIPTU Hujaif mengatakan. Dihadapan penyidik SHD dan ARS mengakui semua perbuatannya dan membenarkan keterangan saksi. SHD pun menambahkan bahwa setelah cekcok dengan korban, SHD yang saat itu merasa jengkel dan marah pada korban lalu SHD seketika memanggil ARS untuk diajak melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Setelah mengajak ARS lalu keduanya langsung menemui korban yang sedang berada di lahan jagung milik korban. Setelah berhadapan dengan korban, pelaku ARS tanpa banyak kata dia langsung beraksi dengan cara memeluk dan menggigit tangan korban, sedangkan pelaku SHD mencekik leher korban hingga korban tidak bergerak (Meninggal dunia).
Setelah keduanya memastikan korban meninggal dunia, kedua pelaku mencoba menghilangkan jejak supaya terkesan kematian korban tidak dibunuh. Kedua pelaku mengangkat dan membopong mayat korban lalu dibawa kembali diatas pondok milik korban sendiri dengan maksud seolah olah korban dalam posisi tertidur dan tidak mengalami suatu tindakan kekerasan/penganiayaan.
Usai menyimpan mayat korban SHD dan ARS meninggalkan pondok tersebut dan kembali ke rumah masing-masing" pungkasnya.

Kini pelaku SHD dan ARS telah ditahan di Mapolres Dompu dan dipersangkakan pada keduanya dengan Pasal 338 Jo Pasal 351 Ayat ( 3 ) Jo pasal 55 Ayat (1 ke - 1 ) KUHP.(IB.Din)