Mahasiswa Angkatan XVIII KKN STIE Bima Kembali Selenggarakan Semimar Edukasi Covid-19 Serta Narkoba.
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Mahasiswa Angkatan XVIII KKN STIE Bima Kembali Selenggarakan Semimar Edukasi Covid-19 Serta Narkoba.

Bimabangkit.info
Rabu, 26 Agustus 2020

Bima, Media Info Bima Online - Seminar yang bertopik “Edukasi Covid-19 dan Narkoba” diselenggarakan oleh kelompok (KKN) STIE Bima angkatan Ke XVIII posko Desa Ntonggu bersama Pemerintah Desa Ntonggu, di Aula pertemuan di Kantor Desa Ntonggu. Rabu, (26/08/2020).

Dalam seminar ini diundang tiga Narasumber dengan latar belakang yang berbeda, yaitu kapolres  kabupaten Bima di wakili oleh AKP. Wahyudin Kasat Narkoba, Kepala BNN Bima Di Waliki oleh Aris munandar S.Kep. Ners Dan Dari Dinas kesehatan Kabupaten Bima, Abdul Haris A.Mk dan Amrin Yahya SKM. Dosen Pembimbing KKn Stie Bima  M. Rimawan, M.Si, Ak.CA dan Alwi Serta Masyarakat Desa Ntonggu Ikut hadir dalam Acara tersebut.
Dalam sambutannya Wakil dari kampus stie bima M. Rimawan, M.Si, Ak.CA menyampaikan harapan agar para mahasiswa dapat menambah wawasan dan pengetahuan terkait bahaya narkoba dan tindakan pencegahannya serta penanganan masa  Pandemi  Covid-19 yang mengerogoti kita semua.

“Dalam seminar tentang ‘ Edukasi Covid19 dan narkoba ini juga mengundang lembaga desa dan para pemuda Dan Masyarakat Desa ntonggu BPD, LKMD, Karang Taruna Ibu PKK Desa ntonggu, Dan harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya dilangsungkan kali ini saja tetapi bisa berlanjut ke kegiatan berikutnya, sehingga para mahasiswa dan masyarakat  bisa mendapatkan manfaat bagi kehidupan serta masa depan mereka, ucapnya.Rimawan.
Pada pembicara pertama dalam seminar tersebut, Kepala BNN Bima Di Waliki oleh Aris munandar S.Kep. Ners memaparkan tentang bahaya narkoba.

“Narkoba yang diserang adalah otak, oleh karena itu BNN melakukan tindakan represif dan preventif. Ada juga P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) yang menjadi tugas BNN,” jelas aris Munandar.

“Masyarakat jangan takut untuk melapor adanya pecandu karena akan direhabilitasi dan tidak akan dipidana, termasuk jangan takut test urine, apabila ditemukan akan direhabilitasi,” imbuhnya.

Kalau bicara  narkoba maka identik dengan generasi muda, oleh karena itu upaya-upaya yang dilakukan oleh BNN terus gencar baik di perguruan tinggi maupun sekolah-sekolah dan juga kita sedang melaksanakan kegiatan di wilayah-wilayah desa untuk mengajak tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan narkoba, terang Aris Munandar.

“Narkoba apapun bentuknya bisa menutup kesempatan untuk meraih kesempatan terbaik dalam hidup si pengguna. Maka hidup mesti memiliki prioritas dan jangan biarkan narkoba itu mengganggu dan merusak prioritas kita,” ungkap. AKP. Wahyudin Kasat Narkoba

Adapun pemicu yang biasanya muncul untuk menggunakan narkoba adalah karena coba-coba. Berikutnya adalah karena solidaritas dalam suatu kelompok atau komunitas, dan ini biasanya yang paling kuat dorongannya, karena menjadi syarat agar si pengguna tidak dikucilkan oleh kelompoknya, tambahnya.

Hal lain, pengguna biasanya punya banyak waktu nganggur atau tidak punya kegiatan positif, sehingga perlu bagi mahasiswa untuk mengisi waktu luang mereka dengan kegiatan-kegiatan positif supaya tidak terdorong menggunakan narkoba, tegasnya.

Dan yang penting pesan saya bagi orangtua jika menemukan anaknya bermasalah dengan narkoba, jangan dihakimi atau diributi, karena semakin diributi mereka akan kabur. Maka yang penting adalah listen first atau dengarkan dulu, setelah diketahui perlu diassessment apakah anaknya benar kecanduan, ataukah masih rekreasional penggunaannya, coba-coba ataukah masih regular user.

Orangtua juga diharapkan aktif main medsos supaya lebih mudah memonitor anaknya, atau orangtua tahu kondisi suasana perasaan anaknya, pesannya. (Usman).