Diduga, Pihak PKM Rasabou Pangkas Insentif Para Nakes Penanganan Covid-19
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Diduga, Pihak PKM Rasabou Pangkas Insentif Para Nakes Penanganan Covid-19

Bimabangkit.info
Sabtu, 19 September 2020

Insentif Para Nakes Puskesmas Rasabou Dipangkas Sepihak


 Dompu, Info Bima - Sebanyak 21 orang tenaga kesehatan (Nakes) Penanganan Covid-19 dari Puskesmas Rasabou Kecamatan Hu,u, Kabupaten Dompu NTB dipangkas insentifnya oleh pihak PKM.


Salah seorang Nakes yang tidak ingin disebutkan namanya, dikonfirmasi via handphone mengakui adanya pengkasan insentif terjadi. Dirinya mengaku insentif tersebut memang masuk dalam rekening pribadinya dengan nominal sebesar 8.800 rupiah, namun, rekening tersebut dikembalikan ke bendahara PKM untuk dilakukan pemotongan sebagian dari insentif tersebut dengan alasan untuk dibagikan ke para medis yang lainnya.


"Dari uang 8.800 rupiah yang masuk dalam rekening itu, hanya satu juta yang kita terima, karena sudah dipotong dengan alasan untuk dikasihkan ke para tenaga medis yang lain" pungkasnya.


Pemotongan insentif ini juga dibenarkan oleh Sekretaris PKM Rasabou Muhdar Mahmud yang dikonfirmasi juga lewat via selulernya. Ia memberikan adanya pemotongan insentif terjadi. "Iya jelas, pemotongan yang dilakukan" ungkapnya.


Dan bahkan sekretaris juga menunjukkan data nama para Nakes yang menerima insentif tersebut. Namun yang kembali menjadi persoalan yang dipertanyakan, dari keseluruhan nama tenaga Kesehatan (Nakes) yang menerima insentif dan meliki buku rekening pribadi sebanyak 21 orang. Akan tetapi dalam data nama penerima insentif yang ada di PKM Rasabou hanya terdapat 19 orang saja, "Lalu dimana dua orang lagi yang mengambil insentif ini",? Dipertanyakan.


Kasus inipun telah dilaporkan ke Polres Dompu oleh salah satu Lembaga yang mengatasnamakan Masyarakat Pemantau Pembangunan Daerah (MPPD) Kabupaten Dompu, pada kamis (17/9/20) dengan laporan atas indikasi dugaan penyelewengan/pemotongan uang insentif tenaga medis tim Covid-19.


"Iya, sudah kami masukan laporannya ke bagian TIPIKOR, dan laporannya diterima oleh Budi Wahono". Pungkas pelapor Hamdan.(IB.Din)