Pemuda Muhammadiyah Mendesak Gubernur Memperhatikan Pelayanan RSUD NTB.
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Pemuda Muhammadiyah Mendesak Gubernur Memperhatikan Pelayanan RSUD NTB.

Bimabangkit.info
Sabtu, 12 September 2020

Mataram, Media Info Bima Online - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Nusa Tenggara Barat (PWPM NTB) mendesak gubernur NTB memperhatikan pelayanan masyarakat (pasien dan keluarga pasien) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB agar diperbaiki. Ketua bidang Hikmah dan Hubungan Antar Lembaga PWPM NTB, Candra, M.Pd, mengatakan, pelayanan RSUD NTB saat ini terkesan kurang memperhatikan nilai kemanusiaan. 


Dijelaskan oleh Candra, terdapat beberapa pasien dan pihak keluarga yang mengeluh akibat tidak mendapatkan pelayanan yang baik di RSUD NTB, padahal mereka sudah bersusah payah  berusaha agar memperoleh layanan yang layak. “Kami melihat pemerintah kurang serius melayani masyarakat di RSUD NTB ini, padahal urusan kemanusiaan seharusnya lebih diprioritaskan, karena itu kami mendesak gubernur untuk lebih memperhatikan hal ini”, kata Candra. 


PWPM NTB telah memastikan secara langsung kondisi beberapa pasien yang tidur di tempat yang tidak seharusnya. Mereka tidur beralaskan tikar karena tidak mendapatkan kamar pasien. Menurut Candra, ini adalah bukti lemahnya pemerintah dalam memastikan ketersediaan perangkat dan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya sendiri. Kondisi semacam ini tidak boleh terjadi.


Pemerintah sudah me-refocusing anggaran untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan. Tetapi bila kenyataannya seperti itu, maka kami menganggap pemerintah telah lalai. 

Tidak ada alasan RSUD NTB mengatakan tidak ada kamar kepada pasien. Itu tidak masuk di akal sehat kami.


Bayangkan bila dalam waktu bersamaan terdapat sejumlah pasien yang kondisi kesehatannya pada situasi genting (emergensi), lantas petugas RSUD mengatakan tidak ada ruangan, maka hal tersebut akan membuat kondisi mereka akan semakin parah. Tentu saja, hal semacam itu tidak diharapkan oleh semua orang. Kami tidak ingin lagi mendengar laporan seperti itu di kemudian hari, karena ini memalukan. 

Bagi kami, layanan kesehatan yang prima dan adil adalah tolak ukur utama dalam menilai keberhasilan pemerintah. Bila itu tidak terjadi, maka kami menganggap pemerintah telah gagal. 


Banyak hal yang perlu kami sampaikan ke publik berkenaan dengan ini. Bagi Pemuda Muhammadiyah NTB, RSUD NTB terbuka saja kepada semua orang apabila mereka membutuhkan tambahan fasilitas maupun tambahan tenaga medis. Sehingga tidak ada lagi alasan kekurang ini dan itu kepada pasien.


Alasan itu tidak boleh terjadi di rumah sakit yang berada di ibu kota propinsi, sekali lagi, alasan seperti itu tidak bisa dibiarkan terjadi lagi. RSUD NTB sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien dari daerah-daerah yang sangat diharapkan oleh masyarakat yang kemampuan ekonominya rendah. 


Gubernur harus segera mengambil langkah perbaikan dengan kewenangannya sebagai pemimpin daerah hari ini juga. Jangan ditunda-tunda lagi dengan berbagai macam alasan. Ini urusan kemanusiaan, menyangkut jiwa manusia, rakyat NTB sendiri. Demikian permintaan kami. (TIM IB).