Diduga Oknum Dinas Koperasi Mainkan Strategi Jahat Dibalik Bantuan UMKM
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Diduga Oknum Dinas Koperasi Mainkan Strategi Jahat Dibalik Bantuan UMKM

Bimabangkit.info
Rabu, 21 Oktober 2020

 

Gambar Ilustrasi


Dompu, Infobima.com - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Banpres, dana hibah dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Dompu senilai Rp. 2.400.000 (dua juta empat ratus ribu rupiah) yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikro justru dimanfaatkan oleh oknum yang bekerja di Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Dompu.


Rupaya dana bantuan senilai 2,4 juta tersebut, dipangkas oleh oknum tertentu terhadap pelaku usaha dengan jumlah bervariasi. Berkisar sekitar 300 ribu rupiah.


 Hal itu terbukti setelah ada pengakuan dari pelaku usaha berinisial J dan H warga Desa Riwo, Kecamatan Woja yang ditemui pada Rabu (21/10/20).


Pemotongan dana bantuan oleh oknum dari Dinas Koperasi itu dengan alasan, buat jatah petugas yang bekerja di Dinas Koperasi sendiri.


"Oknum itu melakukan pemotongan dengan beralasan, bahwa uang itu untuk oknum petugas yang ada di dinas koperasi," jelas kedua penerima manfaat saat dikonfirmasi media.


Bukti pemotongan dana yang dilakukan oknum tersebut, dituangkan dalam surat peryataan yang sudah ditandatangani oleh oknum Pegawai Koperasi itu. Dan surat pernyataan itu juga ditujukan pula oleh para pelaku usaha penerima manfaat selaku orang yang dikorbankan, kemudian surat itu mereka simpan sebagai alat bukti, tanda pemotongan terjadi.


Tempat yang berbeda Kepala Desa Riwo Arifin H. Abubakar yang dikonfirmasi kebenaran pemotongan dana bantuan itu membenarkan. Dia menilai tindakan itu sangat keliru dan unsur itu menurutnya sudah termasuk masuk tindakan Pungutan Liar (Pungli).


"Tindakan oknum petugas yang melakukan pemotongan ini, sudah melampoi batas dan melanggar aturan yang ada, sebab langkah ini termasuk tindakan punglih, dilakukan" pungkasnya.


Sementara pihak kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil kabupaten Dompu Drs. H. Muhammad Rifaid, M.Pd yang dikonfirmasi via WhatsApp pada pukul 15.20 wita menjelaskan, jika dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut. Jika tindakan itu justru benar adanya, makauang yang dipotong itu diminta untuk dikembalikan kepada yang berhak.


"Saya akan melihat dan melakukan pengecekan data dulu untuk nama penerima manfaat yang diduga dipangkas tersebut, kalaupun benar adanya, in syaa allah nanti saya akan tindak tegas dan menyuruh untuk mengembalikan uang yang dipotong itu," tegas Kadis.(Din)