PMI Asal Sebeok Diduga Dibunuh Majikan di Brunei Darussalam.
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

PMI Asal Sebeok Diduga Dibunuh Majikan di Brunei Darussalam.

Bimabangkit.info
Kamis, 15 Oktober 2020


Bima, Media Info Bima Online - Satu lagi berita duka bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sajariah (38) Binti Kasing Kanja ditemukan tewas di rumah majikannya di Brunei Darussalam.


Wanita asal Desa Sebeok Kecamatan Orong Telu ditemukan tewas bersimbah darah. Dugaan sementara, ia tewas dibunuh majikannya.

Hal ini dibenarkan Kepala Wanita asal Desa Sebeok Kecamatan Orong Telu ditemukan tewas bersimbah darah. Dugaan sementara, ia tewas dibunuh majikannya.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa. Dr. Muhammad Ikhsan Safitri, dalam WassApp pribadinya.


“Memang kami sudah mendapatkan berita resmi dari Kedutaan Besar Indonesia yang ada di Brunei Darussalam. Berita ini resmi dan benar yang bersangkutan meninggal dunia pada 10 Oktober 2020,” jelasnya.


Dijelaskan, bahwa ada indikasi pembunuhan dan terduga pembunuh sudah ditangkap dan sudah diproses oleh pihak kepolisian di Brunei Darussalam. Kaitan dengan informasi tersebut katanya, memang yang lebih dahulu mengetahui adalah pihak keluarga dari almarhumah yang ada di Sebeok. Pihak keluarga dihubungi langsung oleh pihak kedutaan.


“Kami tahunya dua hari yang lalu ketika kami berkoodinasi dengan PT yang memberangkatkan itu kita panggil ke disini. Dan yang bersangkuatan menyampaikan bahwa salah seorang keluarganya sudah mengetahui tentang kematian tersebut. Hanya saja waktu itu kita belum menerima berita resminya,” ujarnya HMS.


Dalam surat resmi kedutaan yang diterima tersebut, sudah jelas dicantumkan bahwa pada 10 Oktober 2020 pukul 12 pihak Kedutaan mendapatkan informasi dari Kepolisian Diraja Brunei Darussalam bahwa seorang PMI bernama Sajariah asal Sumbawa meninggal dunia di rumah majikannya di STKRJ dengan kondisi bersimbah darah.


Lalu, pada tanggal 11 Oktober pukul 8 dilakukan otopsi. Pada pemeriksaan yang dilakukan, banyak ditemukan luka senjata tajam di bagian leher, pipi dan hidung. Menurut hasil otopsi penyebab meninggalnya akibat pendarahan akibat pembunuhan.


Pihak polisi menginformasikan bahwa majikan dalam penahanan sebagai saksi karena ketika polisi datang ke TKP pukul 9 tanggal 10 Oktober hanya majikan perempuan berada dalam rumah, sementara majikan laki-laki tidak berada di rumah sedang keluar. Kasusnya saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian.


Jadi diduga kuat yang melakukan pembunuhan adalah majikan perempuan?


“Kami belum tahu, karena waktu itu yang ada di lokasi adalah majikan perempuan berdasarkan ini. Kita belum tahu, masih diperiksa,” imbuhnya.


Korban menurut Ikhsan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Dia berangkat Januari 2019. Sekitar 1 tahun lebih melalui Jalur resmi.


Karena itu kita selaku pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak agar seluruh hak-hak dari pekerja itu untuk dipenuhi. Ada Ada pemintaan dari keluarga, jenasah agar dipulangkan. Itu sudah kita sampaikan ke sana. Sedang diupayakan kepulangannya. Jenazah masih di rumah sakit di Brunei.


Ini yang sedang kita bicarakan dengan pihak sana. Kerena masih dalam proses di kepolisian. Kita senantiasa berikhtiar semaksimal mungkin agar keluar dapat dipenuhi semu haknya. Karena berangkatnya resmi. Jadi jaminan, terangnya.


Hak haknya itu berupa asuransi kematian, karena memamg mereka diasuransikan, santunan, biaya pemakaman. Seluru haknya sudah tertulis karena berangkat resmi.


Dijaminlah. Hanya kita ingin memastikan seluruh haknya itu segera dipenuhi. Itu yang sedang kita upayakan dengan menggunakan jalur yang ada, pungkasnya. 

Foto : H. Muhammad Syafruddin, ST.MM, Anggota DPR RI Fraksi (PAN) DAPIL NTB I (Pulau Sumbawa).


H. Muhammad Syafruddin, ST.MM., Anggota DPR RI Dapil NTB I (Pulau Sumbawa) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Politisi tiga periode di gedung bundar (DPR RI) ini dengan tegas menyatakan akan berjuang sekuat tenaga guna memulangkan jenazah (Almarhum) Sajariah (38) tahun untuk dikuburkan di Kampung halamannya Sumbawa.


“Insya Allah, saya akan berjuang keras dengan penuh kemampuan guna memulangkan jenazah Sajariah untuk dimakamkan di tanah kelahiranya. Do’akan agar perjuangan saya ini berhasil. Langkah awal yang saya lakukan setelah berkoordinasi dengan keluarga di Sumbawa, yakni berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjend) RI di Brunai Darussalam dan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI guna membicarakan masalah ini secara serius. Karena bagaimanapun juga, ini sudah menjadi tanggungjawab Negara Indonesia,” tegas Politisi yang kini duduk di Komisi IV DPR RI ini.


Atas kondisi yang dialami oleh (Almarhum) Sajariah tersebut, saya akan pastikan dan berjuang sekuat tenaga untuk memulangkan (Almarhum) Sajariah dari Negara Brunai Darussalam ke-Indonesia untuk dikuburkan di Kampung halamannya tersebut, tandas Anggota Komisi IV DPR RI bidang Kelautan Perikanan, Kehutanan, Perkebunan dan Bulog ini.


HMS memohon kepada Konjen RI di Brunai Darussalam agar jenazah Sajaria dipulangkan untuk dikuburkan di tanah kelahiranya, bila perlu sayalah yang menjadi jaminanya,” tegas Politisi dengan keikhlasan menggunakan sarung nggoli Bima ini.


“Namun sebelumnya, saya juga sudah berbicara langsung melalui telphone dengan Menlu RI. Kepada Menlu RI, saya meminta agar membantu memulangkan jenazahnya Sajariah ke Indonedia lebih khususnya Sumbawa. Sebab, yang bersangkutan adalah konstituen saya di Pulau Sumbawa. Dan terkait kepulangan jenazah Sajaria ke Indonesia bisa dibantu oleh negara,” terangnya.



Lanjut HMS, Mari kita sama-sama berdo’a agar jenazah (Almarhum) Sajariah bisa dibawa pulang ke-Indonesia dan selanjutnya dikuburkan di kampung halamannya di Sumbawa. saya minta kepada pihak Keduataan untuk segera dan melaporkan kepada saya. Tuturnya.


“HMS meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mengambil langkah-langkah kongkriet agar (Almarhum) Sajariah di kembalikan ke Indonesia. Jika saya diminta sebagai jaminanya, maka saya akan memberikan surat rekomendasi sebagai anggota DPR RI kepada Negara. Sebab, Sajaria merupakan konstituen saya. Jangakan untuk jenazah Sajaria, sebagai Dapil Saya NTB I Pulau (Sumbawa), jenazah warga daerah lain pun pernah saya bantu kepulanganya untuk dikuburkan di Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta kepada Presiden RI agar memulangkan jenazah, (Almarhum) Sajariah untuk kemudian dikuburkan di Kampung halamannya di Sumbawa,” tegasnya HMS.


Lanjut HMS, (Amarhumah) Sajariah asal Desa Sebeok Kecamatan Orong Telu Sumbawa meninggal di Brunei Darussalam diduga akibt pembunuhan, terduga pelakunya saat ini sedang diproses di kepolisian setempat saat ini jenazah Almarhum diupayakan untuk dipulangkan ke tanah air yang dimaksud.


Terkait dengan Hak-haknya (Almarhum) Sajaria kita akan memastikan seluruh haknya itu segera dipenuhi. Itu yang sedang kita upayakan dengan menggunakan jalur yang ada, pungkasnya HMS disapa H. Rudin Ini. (Usman).