Ketua DPW LSM Kipang NTB Angkat Bicara, Soal Oknum Menyorot CV. Rahmawati
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Arsip Blog

Ketua DPW LSM Kipang NTB Angkat Bicara, Soal Oknum Menyorot CV. Rahmawati

Kamis, 31 Desember 2020


       Ketua DPW LSM Kipang NTB, Budiman SH.



Bima,  Bimabngkit.Info,-  Kritikan yang dilontarkn oleh  beberapa oknum  terkait  seperti kelangkaan pupuk terhadap CV. Rahmawati  selaku Distributor baik melalui akun Mensos maupun media online beberapa waktu lalu itu sangat keliru.


Kritikan tersebut  diduga akibat persaingan usaha yang tidak sehat hal itu  tidak elok dan dinilai politis, setidaknya  kita semua harus bisa memahami sebuah persoalan dulu baru kita menyampaikan  kritikan agar tidak terjadi hal hal yang dianggap kritikan yang sesat. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua LSM Kipang NTB Budiman SH pada Media ini Rabu 30/12/2020.



Budiman disapa Dae labo ini menyatakan ketika terjadi persoalan kelangkaan pupuk itu tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah Kabupatrn Bima yang terlibat dalam Komisi Pengawas Pupuk dan Pestidida  ( KP3) Kabupaten Bima bukan hanya saja tanggung jawab CV. Rahmawati selaku Distributor Pupuk. Ujarnya.



CV. Rahmawati juga sangat mengedepankan moral dan etika berdasarkan UUD  45 tentang hilarki asaas hukum dagang yang bermuara pada rasa kemanusiaan yang  tinggi terhadap kepentingn konsumen atau petani yang ada di wilayah daerah kabupaten Bima  pada umumnya  sesuai dengan rujukan yuridis dan mekanisme yang kita bangun selama ini.


Dengan  seluruh  anggota pengecer pupuk di kabupatan Bima yang ditangani oleh CV. Rahma wati, sehingga bisa meluangkan waktu untuk melayani kebutuhan kelompok tani dengan cara saling menguntungkan kedua belak pihak  dengan harga yang ditetapkan sesuai dengan pengajuan dalam RDKK kelompok tani yang ditanda tangan oleh Dinas pertanian yang ada di wilayah kecamatan masing masing, kemudian diawasi juga oleh semua instansi terkait atau pihak Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3 ) Kabupaten Bima.  Jelas Budiman.


Lalu muncul berbagai polemik yang  diduga dilakukan  oleh para oknum tengkulak lain yang di namakan oknum maafiaah dagang yang tidak  puas melihat keberhasilan yang dilakukn oleh CV. Rahmawati hari ini merka resah ingin menjatuhkn lawan dengn cara yang  tidak  sehat sehingga muncul aksi  menuding CV. Rahmawati  milik H.Ibrahim yang beralamat di kecamatan Bolo  seakan akan yang bersalah.


Namun yang  sebenarnya tudingan itu tidak sesuai dengan fakta dan legalitas yang jelas, sehingga  berdampak pada poros kekeliruan  dan narasi berpikir yang sangat tidak  logis untk di terima oleh akal sehat kita. Ucapnya.



Kata Budiman, dalam  hal teori praktek asas hukum dagang yang di gunakn oleh para perintis bisnis di negara kesatuan RI salah satu contoh keberhasilan cina  hari ini pandangn para dunia bisnis tidak ada kata rugi bima mundur karna ada  sifat yg melakat dalm otak pikiran hanya mencari kesalahan dan bahkan merka gunakan pola kultur politis diskriminalisasi bisnis saling menjatuhkn ingin merampas hak" rekan bisnis. Katanya. ( BB,- Red).