Kadis Pertanian Kab. Bima, Ancam Cabut Ijin Pengecer, Jika Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Kadis Pertanian Kab. Bima, Ancam Cabut Ijin Pengecer, Jika Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET

Jumat, 22 Januari 2021



Bima,Bimabangkit.info,-  Asumsi publik terkait  tingginya harga pupuk kian hangat diperbincangkan  hampir di seluruh  wilayah kabupaten  Bima

Untuk mengatasi hal tersebut para pengecer di wilayah kecamatan Wera melakukan pertemuan dengan petani terkait kesepakatan harga Pupuk bersubsidi,  digelar di aula Kantor Camat Wera Jumat 22/1/2021.


Dihadiri Camat Wera, KUPTD Pertanian Wera,  seluruh pengecer Wakil Ketua BPD Tawali dan sejumlah petani.

Pertemuan tersebut dikawal oleh Satuan Polpp kecamatan Wera kabupaten Bima untuk mengamankan jalannya pertemuan tersebut.


Dalam pertemuan  tersebut para  pengecer meminta harga pupuk urea bersubsidi dijual di petani diatas Harga Eceran Tertinggi HET, Rp.130.000, perzak, namun tidak disetujui oleh petani,  pihak  dinas Pertanian Kabupaten Bima dan pihak KP3 kecamatan Wera karena melanggar aturan.

Kami  selaku pemerintah kabupaten Bima tidak berani menyetujui  adanya kesepatakan menjual pupuk urea  bersubsidi diatas Harga Eceran Tertinggi HET, karena  tidak dibenarkan oleh aturan dan sangat merugikan petani.


Harga pupuk urea bersubsidi sudah ada aturan yang dikeluarkan oleh Mentri pertanian RI nomor 49 tahun 2020 tentang Harga Eceran Tertinggi HET pupuk bersubsidi hanya Rp. 112.500, perzak tentu nga bisa dilanggar. Disampaikan oleh  Ir.Indra Jaya, Kadis Pertanian Kabupaten Bima saat dikomfirmasi team media ini Jumat 22/1/2021.



Untuk diketahui jika pengecer tetap menjual pupuk urea bersubsidi diatas harga Eceran Tertinggi HET,  kami selaku pemerintah yang membidangi Dinas pertanian kabupaten Bima, akan berkoordinasi dengan Distributor dan pupuk klatim NTB ,  untuk meminta .memberikan sanksi kepada pengecer nakal, bila perlu mencabut ijin pengecer, kalau terbukti melakukan hal itu, didukung dengan laporan dari masyarakat  maupun insan pers.Tegasnya.



Sementara itu, Camat Wera H.Ridwan  S.sos,   selaku ketua KP3 kecamatan Wera mengatakan,  bahwa kami  tidak berani menyetujui kesepakatan tersebut karena sudah ada ketentuan pemerintah terkait harga Pupuk bersubsidi, juga tidak dibenarkan oleh aturan adanya kesepakatan ucap Camat.

Ia berharap agar semua pengecer,  harus menjual pupuk bersubsidi ke petani sesuai harga yang ditentukan oleh pemerintah, 

Kami selaku pemerintah kecamatan wera  tidak segampan itu  menyetujui, tidak mau juga terjebak   sewalaupun ada kesepakatan tetap  melanggar aturan. Harapnya.( BB,-Rafik).