Inilah Tanggapan Hidayat,Dugaan Jual Paketan Pupuk di Sape Melalui Layanan Pengaduan PT.Pupuk Kaltim NTB.
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Inilah Tanggapan Hidayat,Dugaan Jual Paketan Pupuk di Sape Melalui Layanan Pengaduan PT.Pupuk Kaltim NTB.

Kamis, 04 Februari 2021


Kepala Pupuk Kaltim NTB, Hidayat Syam

Bima, Bimabangkit.info,  PT. Pupuk Kaltim Provinsi NTB, selalu menyedian  kebutuhan Pupuk bersubsidi untuk petani diseluruh wilayah NTB, berdasarkan RDKK kelompok tani yang diajukan oleh Pengecer melalui Distributor masing masing Kabupaten Kota se NTB, dengan sistim online, hal itu  untuk memudahkan mengkontrol dengan sistim  Aplikasi oleh operator pemasaran Pupuk Kaltim NTB.

Pupuk urea bersubsidi  Harga Eceran Tertinggi HET,  Rp.112.500, perzak sesuai dengan Peraturan Mentri Pertanian RI, nomor 49 tahun 2020. 

                Layanan pengaduan PT. Pupuk Kaltim                                             NTB

Terkait dengan berita yang disampaikan oleh media Bimabangkit melalui  layanan pengaduan PT. Pupuk Kaltim wilayah Bali - NTB,  tertanggal 26 Januari 2021, isinya dugaan jual paketan Pupuk bersubsidi dengan Nonsubsidi dengan harga diatas HET, Rp.155.000, perzak yang terjadi di desa Poja kecamatan Sape Kabupaten Bim beberapa minggu lalu.

Pupuk urea tersebut dari Distributor CV. Rahmawati  beralamat di kecamatan Bolo, yang di oleh pengecer UD Hidayatullah desa Naru Kecamatan Sape,  yang memiliki ERDKK Kelompok Tani di desa Poja Kecamatan Sape.

Pengaduan tersebut, Kami sudah menindaklanjuti dan hasilnya,  pengecer itu sudah diberikan sanksi oleh Distributor CV. Rahmawati , berupa surat peringatan pertama, hal itu merupakan bentuk keseriusan kami  menangani persoalan tersebut.


Pengecer/ Kios adalah  wewenang Distributor karna  dia yang menunjuk kios/ pengecer , tetapi regulasinya saat ini  kios harus KPL (PKT dan PKG). Jadi harus di tunjuk oleh 2 distributor untuk wilayah bima. Karena petronya beda distributornya.

Kalau  harga tetap sesuai PERMENTAN Rp. 225/ kilo gram, untuk pupuk urea bersubsidi jadi satu zak yang isi  50 kilo gram  Rp. 112.500,  tersusun rapi di kios. Jika dari kios ke lahan petani itu tidak termasuk  harga itu. Kewenangan tersebut  diatur di permendag RI.

Pengecer juga harus menyalurkan pupuk  sesuai dengan nama  nama yang tercantum di ERDKK, jadi pupuk bersubsidi tidak bisa di salurkan kalau petani tidak terdaftar di RDKK kelompok Tani.Hal itu disampaikan  Kepala Pupuk Kaltim NTB, Hidayat Syam, melalui via hondpone Kami 4/2/2021.


Sementara itu DOSIS tanaman padi  di wilayah kabupaten Bima hanya 50 kilo gram/hetar,  jagung 200kg/ hetar. Jika kebutuhan petani biasanya untuk jagung pakai dosis hingga 500 kilo gram,  maka petani harus membiasakan diri menggunakan Non Subsidi.Ujarnya.( BB,-Red).