LSM LPK NTB, Lapor Beberapa Pejabat Pemkot Bima ke Kejari Bima Diduga Gelapkan Aset Daerah
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

LSM LPK NTB, Lapor Beberapa Pejabat Pemkot Bima ke Kejari Bima Diduga Gelapkan Aset Daerah

Senin, 08 Februari 2021




Kota Bima, Bimabangkit.info,-  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Lembanga Pemberantasan Korupsi (LPK )  Nusa Tenggara Barat (NTB) melaporkan secara resmi  beberapa pejabat Pemerintah Daerah Kota Bima ke kejaksaan Negeri Bima, Senin 8/2/2021.


Diduga terlibat melakukan pengelapan dan penyalahgunaan Sejumlah Aset Daerah Pemkot Bima.


Yang terjadi  pada tahun 2018 sebelum H.Muhammad Lutfi SE, menjadi Walikota Bima. Pengelapan aset itu saat pergantian Pejabat Sementara( PJS) Walikota Bima mengantikan Walikota Bima H.Qurais H. Abidin yang  cuti  kampanye pilkada kota Bima.


Adapun aset yang digelapkan oleh beberapa oknum pejabat tinggi daerah kota bima berupa satu set sofa dan satu pasang meja dan kursi yang ada di ruangan kerja Walikota Bima kalau diuangkan sejumlah aset yang digelap itu mencapai ratusan juta rupiah. Hal itu disampaikan Ketua LSM LPK NTB Julkiflin.


Pihak pemerintah kota Bima saat itu tidak mengambil sikap untuk melaporkan kepihak berwajib terkait kejadian tersebut, sehingga sejumlah aset yang dianggap hilang itu kami mencurigai telah digelapkan oleh sejumlah oknum pejebat.


Setelah diketahui sejumlah aset daerah telah hilang kami selaku pengiat dan pemerhati hukum melaporkan kasus ini ke kejari Bima, Jelasnya.


Dengan adanya kehilangan sejumlah aset daerah itu, pihak  DPRD kota Bima juga  telah memanggil sejumlah pejabat yang berwewenang, dalam rangka melakukan Rapat Dengar Pendapat ( RDP) yang digelar di ruangan sidang Dewan sempat, dua hari lalu.


Diketahui bahwa hasil rapat RDP itu telah terungkap keberadaan sejumlah aset daerah yang dilakukan oleh oknum pejabat pemerintah kota Bima salah satunya pejabat bagian umum setda pemkot Bima. Ujarnya.


Selain itu  Lembaga Pemberantasan Korupsi ( LPK) NTB juga melaporkan dugaan penyalagunaan wewenang jabatan oknum pejabat pemerintah kota Bima yang ikut  terlibat mengetahui keberadaan aset tersebut.Terangnya.


Lelaki kelahiran Kecamatan Langgudu kabupaten Bima ini, disapa dengan nama Jul, sering sekali melaporkan  kasus tindak pidana korupsi baik di kejari Bima maupun di kejati NTB terutama sekali pada masa rezim Qurais, sangat di kenal proaktif melaporkan tindak kejahatan yang merugikan keuangan Negara. (BB,-01).