Tanggul di Mandala Tak Memiliki Pondasi, Dua Kali Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Kantor Camat Jadi Korban
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Tanggul di Mandala Tak Memiliki Pondasi, Dua Kali Ambruk Diterjang Banjir Bandang, Kantor Camat Jadi Korban

Minggu, 21 Februari 2021



Bima, Bimabangkit.info,- Tanggul penahan bahu jalan tani sepanjang 145 meter anggaran sebanyak Rp.120 juta,  berlokasi di Dusun Saniu Desa Mandala Kecamatan Wera Kabupaten Bima bersumber dari Anggaran Dana Desa ADD tahun 2020, sudah dua kali  ambruk di tempat yang berbeda pekerjaan belum selesai.

Diterjang banjir bandang akibat hujan deras di wilayah desa tersebut kemarin, sehingga kantor camat dan sejumlah rumah warga lain yang ada disekitar lokasi tersebut jadi korban lagi luapan air banjir dan tanah longsor.


Ambruk pertama sepanjang 10 meter ambruk kedua  sepanjang 8 meter akibat terjang banjir bandang jadi total seluruhnya  tanggul yang sudah ambruk tersebut sepanjang 18 meter, dipantau langsung tim media ini di lokasi.

Camat Wera H. Ridwan S.Sos, saat dikonformasi melalui via Handpone, Minggu 21/2/2021, menyampaikan bahwa amburuknya pagar beton kantor camat Wera sepanjang 18 meter dan  luapan air banjir bandang masuk di dalam kantor Camat setinggi lutut orang dewasa dan sejumlah rumah warga lain jadi korban akibat ambruk susulan bangunan tanggul penahan jalan tani di Dusun Saniu Desa Mandala terjang banjir bandang.

Karena pembuatan jalan tani tersebut tak memiliki parit menuju sungai, sehingga banjir bandang langsung menghantam kantor Camat dan sejumlah rumah warga dusun Saniu Desa Mandala jadi sasaran. Ungkap Camat.

Sebelum kejadian ini saya sudah ingatkan beberpa kali  kades Mandala Basrin, baik melalui rapat  maupun melalui Via Handpone.

Agar segera di kerjakan kembali tanggul yang ambruk pertama sekitar 10 meter itu dan juga pekerjaan yang belum  final diselesaikan cepat.

Namun kades abaikan sehingga bangunan tanggul dan tanah timbunan jalan tani itu kembali  terjadi ambruk dan longsor tanah lagi akibat terjang banjir bandang yang terjadi pada hari  Sabtu sore kemarin, sehingga kantor Camat wera dan sejumlah rumah warga lain jadi korban luapan air banjir dan tanah longsor. Jelasnya.


Sementara itu, Sarifudi warga dusun Saninu, mengakui longsor dan ambruk susulan akibat tanggul penahan jalan yang dikerjakan oleh kades Mandala tak memiliki pondasi,  sehingga mudah terjang banjir bandang, rumah saya jadi sasaran luapan air banjir dan tanah longsor  dan sejumlh bahan material batu dan krikil lain masuk ke dalam rumah. Akuinya.


Selain itu, batu batu besar juga  dibawah arus banjir menimpa  rumah kami disekitar lokasi tersebut hingga retak sejumlah  tembok  rumah,  beras dan parabo rumah tanga pun,  dibawah oleh arus air banjir yang deras, untung tidak ada korban jiwa,


Setelah banjir  redam kami melakukan bersih bersih sisa air banjir dan lumpur itu sampai jam 12 malam menggunakan alat seadanya.Terangnya.

kami mintan Pemerintah Desa Mandala harus bertanggung jawab Khususnya kades, agar secepatnya memperbaiki tanggul tersebut maupun material dan batu besar yang menimpa rumah kami juga harus diangkat menggunakan Excavator.

Keluarga kami sangat  trauma sekali tadi malam istri dan anak sampai nangis  hesteris akibat mengalami kejadian ini.Ujarnya.

Atas kejadian itu, kami sudah melaporkan  ke kades Mandala, namun jawaban kades untuk membuat parit dan drainase itu membutukan esxcavator. sedangkan  excavator saat ini  masih ada pekerjaan di DAM Sori Nopa Desa Mandala,  jadi belum bisa sekarang dilakukan pekerjaan Tanggul ambruk itu, kata kades. Dikutip  dari keterangan warga.

Jawaban kades tersebut, seakan akan  tidak perduli terhadap kebutuhan warga yang korban akibat ambruk Tanggul dan tanah longsor tersebut. Ungkapnya.

Saya meminta pada pemerintah kabupaten segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi terkini di Desa Mandala Kecamatan Wera Kabupaten Bima. Tutupny.( BB,- Rafin).