Walikota Bima Jadi Peserta Pertama Vaksin Perdana Covid 19 Digelar Besok
Cari Berita

Advertisement

Masukkan iklan banner 970 X 90px di sini

Walikota Bima Jadi Peserta Pertama Vaksin Perdana Covid 19 Digelar Besok

Senin, 01 Februari 2021




Kota Bima, Bimabangkit.info,- Setelah dilakukan screening atau melakukan pemeriksaan kesehatan  sebanyak 15 orang pejabat pemkot Bima oleh tim medis dinas kesehatan kota Bima hari ini, akan melakukan vaksi perdana Covid 19 digelar di halaman kantor Walikota Bima  besok Selasa 2/2/2021.



Walikota Bima H.Muhmmad Lutfi SE, menjadi peserta pertama vaksin Perdana covid 19 dan disusun oleh  Wakil Wali Kota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Dandim 1608/Bima, Ketua Pengadilan, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Sekretaris Daerah Kota Bima, Wakil Ketua I DPRD Kota Bima, Wakil Ketua II DPRD Kota Bima, Kepala Dinas Kesehatan, Ketua TP PKK Kota Bima, Ketua MUI (Perwakilan), Ketua PPNI dan Ketua IBI.

Berdasarkan hasil screening yang dilaksanakan di pelataran Kantor Walikota Bima ada 13 orang pejabat dan perwakilan masyarakat yang siap divaksinasi Covid-19 perdana. 

Sesuai surat yang ditandatangani Wali Kota Bima, H Muhammad Lutfi SE dengan Nomor : 005/33/I/2021 perihal Pelaksanaan skrining Vaksin Covid-19 Kota Bima. Sebanyak 15 orang yang akan screening di Kota Bima.


Para penerima vaksin perdana melakukan screening yang dipandu oleh tim dari dinas Kesehatan Kota Bima, seperti melakukan pendaftaran, kemudian melakukan skrining yang mana pada saat skrining ini penerima vaksin memeriksa suhu tubuh, tekanan darah dan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Tim medis kesehatan.

Screening yang dilakukan kepada 15 orang pejabat sebagai penerima vaksin perdana ini dilakukan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan boleh divaksin atau tidak. Bagi yang berumur 60 tahun ke atas, maka tidak akan divaksinasi Covid-19.

‘’Maksimal 59 tahun seperti yang disampaikan oleh Kemenkes. Tidak boleh lewat dari 59 tahun, seperti Ketua MUI ada perwakilannya", ujar salah satu petugas pemeriksa kesehatan.


Beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa  melakukan vaksin Covid-19 yakni pernah terkonfirmasi menderita Covid-19, ibu hamil dan menyusui, menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah, penderita penyakit jantung, penderita penyakit autoimun.

Kemudian penderita penyakit saluran pencerna kronis, penderita penyakit hiperteroid, penderita penyakit kanker, penderita diabetes melitus, penderita HIV dan penderita penyakit tuberkulosis.(BB,-01).